- Strategi menghadapi kenaikan bunga KPR membantu debitur mengamankan cicilan rumah.
- Salah satu cara menghadapi kenaikan bunga KPR lewat opsi pindah bank pilihan.
- Selain itu, bisa juga dengan menyiapkan tabungan dana darurat.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,25 persen.
Kabar kenaikan suku bunga ini tentu menjadi mimpi buruk bagi debitur KPR, terutama yang sudah memasuki masa bunga mengambang atau floating rate.
Dalam dunia perbankan, kenaikan bunga kredit biasanya terjadi sangat cepat karena adanya sticky effect.
Begitu suku bunga BI naik, para deposan besar langsung menuntut bunga deposito tinggi, yang memaksa bank menaikkan bunga KPR demi menjaga margin keuntungan.
Tak heran jika banyak nasabah was-was cicilan mereka melonjak hingga menyentuh angka 12 persen.
Lantas, bagaimana cara mengamankan keuangan agar rumah impian tidak jadi beban? Simak 5 strategi cerdas berikut ini:
1. Pindah KPR atau Takeover
Jika bunga di bank tempat Anda mencicil saat ini sudah terasa mencekik, jangan ragu untuk melirik bank lain.
Strategi KPR Takeover memungkinkan Anda memindahkan sisa pinjaman ke bank yang menawarkan promo bunga fixed (tetap) yang lebih rendah.
Baca Juga: Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan
Keuntungannya, Anda bisa mengunci cicilan agar stabil selama beberapa tahun ke depan, sehingga perencanaan keuangan keluarga jadi lebih terukur.
Saat ini, banyak bank menawarkan proses administrasi yang simpel untuk menarik nasabah pindahan.
2. Evaluasi Skema KPR dan Negosiasi
Coba buka kembali dokumen akad kredit Anda. Lihat sisa tenor dan kapan masa bunga fixed Anda berakhir.
Jika merasa terbebani, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan bank.
Beberapa bank memiliki opsi restrukturisasi atau negosiasi ulang bunga jika nasabah dinilai memiliki rekam jejak pembayaran yang baik.
Berita Terkait
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
-
Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?
-
Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini