Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui anak usahanya, BNI Venture (BNV), semakin memperkuat perannya dalam mendorong transformasi digital dengan membuka peluang ekspansi lintas ekosistem bagi perusahaan rintisan.
Lewat program inovatif Axel Arc, BNI Ventures berhasil mengkurasi 10 startup unggulan yang akan berkolaborasi dengan unit-unit bisnis di bawah BNI Group untuk menciptakan ekosistem bisnis masa depan.
CEO BNI Ventures, Eddi Danusaputro mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri jasa keuangan digital.
"BNI Ventures mengucapkan selamat kepada 10 startup terpilih. Kami optimis kolaborasi ini akan memperkuat kesinambungan bisnis antara startup dan unit-unit bisnis BNI Group," ujar Eddi seperti dikutip, Kamis (28/11/2024).
Program Axel Arc tidak hanya menjadi wadah bagi startup untuk memvalidasi ide mereka, tetapi juga menyediakan kesempatan berharga melalui workshop, mentorship dengan pakar industri, serta presentasi langsung di hadapan divisi BNI, anak perusahaan, dan investor.
Tahun ini, 10 startup dari berbagai sektor seperti SaaS, AI, Healthcare, Fintech Enabler, ESG, Blockchain, dan POS berhasil terpilih. Mereka adalah Rintisan, D3Labs, Qasir.id, Kata.ai, Ciroes, Volantis Technology, Fineksi, Zi.Care, Momofin, dan Duluin.
"Axel Arc memberikan kami peluang luar biasa untuk terhubung dengan ekosistem BNI, yang membuka pintu bagi pengembangan bisnis kami ke tingkat yang lebih strategis," kata Jessy Abdurrahman, CEO Zi.Care, salah satu startup peserta.
Acara apresiasi ini juga diwarnai dengan pendandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia) dan JETRO (Japan External Trade Organization) untuk membuka peluang ekspansi global bagi startup dalam ekosistem BNI Group.
Program ini melibatkan mitra ekosistem seperti La French Tech, Alibaba Cloud, dan Mekari, yang memberikan dukungan teknologi dan jaringan internasional.
Baca Juga: IKM Jadi Andalan, Wamenperin Dorong Ekspansi ke Pasar Internasional
"Dukungan ekosistem ini memperkuat posisi para startup untuk bersaing secara global dan memberikan solusi inovatif bagi berbagai tantangan bisnis,"kata Eddi.
Axel Arc dirancang sebagai program tahunan yang berkomitmen untuk menjaring startup terbaik tanah air, sejalan dengan visi BNI untuk berkontribusi pada ekonomi digital nasional.
Dengan kolaborasi lintas ekosistem, diharapkan 10 startup yang terpilih dapat menjadi pionir dalam menciptakan solusi inovatif serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru