Suara.com - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan investasi energi terintegrasi di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui peluncuran buku terkait Sustainability Program bertajuk “ABM dan Sepenggal Kisah Pembelajaran”.
Buku ini menjadi refleksi atas berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan ABMM sepanjang 2024 dan menjadi panduan strategis untuk mendukung program keberlanjutan nasional.
Direktur Utama PT ABM Investama Tbk. Achmad Ananda Djadjanegara, menyatakan bahwa buku ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kita hidup di era di mana kompleksitas sosial, ekonomi, dan lingkungan semakin terjalin erat. Perubahan tidak lagi bisa dihadapi dengan solusi parsial, tetapi menuntut cara berpikir yang menyeluruh dan kolaboratif,” ujarnya ditulis Jumat (20/12/2024).
Buku ini merangkum sejumlah Sustainability Program unggulan ABMM, mulai dari penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), hingga pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal melalui program BUMDes di wilayah operasional perusahaan dan entitas usahanya, seperti di DKI Jakarta, Surabaya, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur hingga Papua.
Program-program ini tidak hanya dirancang untuk menjawab tantangan individu atau sektoral, tetapi juga untuk memahami masalah sebagai bagian dari sistem yang lebih luas, melibatkan interaksi antara manusia, lingkungan, dan kebijakan.
Buku ini tidak hanya menceritakan keberhasilan program, tetapi juga menghadirkan pembelajaran berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya.
"Melalui penerapan ESG yang konsisten, kami percaya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis. Buku ini merupakan refleksi dari perjalanan kami dalam mengembangkan program-program Sustainability hingga 2024," ujar Andi, sapaan akrab Achmad Ananda Djajanegara.
Sebagai contoh, program rehabilitasi mangrove dan DAS yang dilakukan oleh ABMM tidak hanya bertujuan memperbaiki ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pengembangan ekowisata dan usaha mikro berbasis lingkungan.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Lokal, PTK Resmikan Desa Energi Berdikari Wisata Kariangau
Selain itu, melalui integrasi pendidikan dan keterampilan dalam berbagai programnya, ABMM memastikan kontribusi jangka panjang terhadap pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi.
“Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang tanggung jawab sosial, tetapi juga tentang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Andi.
Peluncuran buku ini menjadi bukti nyata dedikasi ABMM dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan di sekitar area operasionalnya.
Dengan berbagai program Sustainability yang inovatif, ABMM berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom
-
Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus
-
BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri
-
Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan
-
Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga
-
Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM