- Menteri Koordinator Perekonomian mengumumkan stimulus diskon transportasi Lebaran 2026 dengan total anggaran Rp 911,16 miliar.
- Stimulus ini mencakup diskon tarif untuk moda transportasi udara, laut (Pelni dan ASDP), serta kereta api (KAI).
- Pemberian diskon bervariasi, mulai 17% hingga 100% untuk jasa pelabuhan, berlaku pada Maret 2026.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto resmi mengumumkan program stimulus ekonomi berupa pemberian diskon tarif transportasi selama periode Lebaran atau Idulfitri 2026.
Menko Perekonomian menerangkan kalau di tahun 2026, Pemerintah memberikan diskon transportasi dengan total anggaran Rp 911,16 miliar. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.
"Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN," kata Airlangga saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Adapun diskon tarif transportasi itu mencakup angkutan udara, laut, hingga darat melalui Kereta Api. Berikut rinciannya.
- Diskon tarif tiket KAI
Airlangga menerangkan kalau diskon tarif PT KAI mencapai 30 persen dari harga tiket dengan target 1,2 juta penumpang. Diskon tarif kereta berlaku selama periode 14-29 Maret 2026.
- Diskon tarif angkutan laut
Sementara itu untuk angkutan laut PT Pelni diberlakukan pada periode 11 Maret hingga 5 April, dengan diskon tarif sebesar 30 persen dari tarif dasar. Pemerintah menargetkan 445.000 penumpang.
Sedangkan untuk angkutan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry berlaku 12-31 Maret dengan diskon tarif 100 persen dari jasa ke pelabuhan. Pemerintah menargetkan 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
- Diskon tiket pesawat
Terakhir untuk angkutan udara, diskon berlaku selama periode 14-29 Maret 2026 dengan potongan harga 17-18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri. Airlangga menargetkan 3,3 juta penumpang.
Baca Juga: KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
Tag
Berita Terkait
-
KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
-
ASN Siap-siap! Pemerintah Resmi Berlakukan Sistem WFA Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
50 Ide Amplop Lebaran Unik 2026, Template Siap Pakai Gratis untuk THR Anti-Biasa!
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Gamis 2026, Tampil Stylish Tanpa Ribet
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank
-
Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas
-
Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik