- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,24 persen mencapai level 8.131 didukung sentimen pasar dan bursa global.
- Penguatan IHSG terjadi meskipun FTSE Russell menunda tinjauan indeks Indonesia hingga Maret 2026 karena reformasi OJK dan BEI.
- Kenaikan IHSG juga didukung oleh apresiasi nilai tukar Rupiah yang menguat ke Rp16.790 per dolar AS.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semringah pada hari ini dengan menguat 1,24 persen ke level 8.131, seiring membaiknya sentimen pasar dan penguatan bursa global.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, seluruh sektor saham tercatat berada di zona hijau, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham-saham sektor cyclical. IHSG sempat dibuka melemah, namun berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.
Phintraco Sekuritas mencatat, penguatan IHSG terjadi meski FTSE Russell mengumumkan penundaan index review Indonesia pada Maret 2026. Penundaan tersebut dilakukan seiring masih berjalannya proses reformasi pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Namun, sentimen ini dinilai telah diantisipasi oleh investor sehingga tidak menekan pergerakan pasar.
Kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia perlahan mulai pulih, didukung tren penguatan indeks bursa global serta kenaikan harga komoditas. Selain itu, penguatan IHSG juga sejalan dengan apresiasi nilai tukar rupiah.
Rupiah tercatat menguat ke level Rp16.790 per dolar AS di pasar spot, ditopang oleh tren pelemahan dolar AS. Tekanan terhadap dolar AS meningkat setelah muncul laporan bahwa regulator Tiongkok mengimbau lembaga keuangan untuk menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG berhasil bertahan di atas level MA5. Pergerakan ini didukung oleh penyempitan histogram negatif MACD serta indikator Stochastic RSI yang melanjutkan fase reversal.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area resistance 8.200–8.215 pada perdagangan Rabu (11/2).
Untuk level teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat resistance IHSG berada di 8.215, dengan pivot di 8.100 dan support di area 8.000.
Baca Juga: Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?
Dari dalam negeri, data penjualan ritel domestik tercatat tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025.
Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 6,3 persen yoy pada November 2025, namun tetap menandai pertumbuhan bulanan selama delapan bulan berturut-turut. Kinerja ini didukung stimulus pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 43,40 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,33 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,39 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 578 saham bergerak naik, sedangkan 153 saham mengalami penurunan, dan 227 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, VAST, FPNI, IFSH, LINK, ALKA, NZIA, AKSI, MSIN, OKAS, SOCI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD
-
Pemerintah Gelontorkan Rp 911,16 Miliar buat Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026
-
Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati
-
Ekonomi RI Tembus 5,39 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Saya Belum Puas!
-
Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!
-
Sengketa Hotel Sultan: Jejak PT Indobuildco dan Kontroversi Dinasti Bisnis Sutowo
-
Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000
-
IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
-
Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS