- Rupiah melemah 0,04% terhadap dolar AS menjadi Rp16.811 pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
- Pelemahan rupiah ini dipicu data penjualan ritel yang lebih rendah dari ekspektasi, mengindikasikan daya beli masyarakat masih lemah.
- Mata uang Asia menunjukkan pergerakan beragam, dengan Rupee India menguat paling signifikan, sementara Baht Thailand melemah terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS pada penutupan Selasa, 10 Februari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.811 per dolar AS.
Mata uang Garuda itu pun melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan Senin (9/2) ada di level Rp1 6.805. Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh data penjualan ritel.
"Rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS setelah data penjualan ritel yang lebih rendah dari harapan, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih lemah," katanya saat dihubungi Suara.com
Walau dolar AS sendiri masih terus melemah, rupiah diperkirakan masih belum keluar dari tekanan. Apalagi, investor masih menanti perkembangan dan dinamika terhadap ekonomi Indonesia.
"Investor juga wait and see serangkain data ekonomi penting AS dalam beberapa hari kedepan," jelasnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, Rupee India mencatat penguatan terbesar yakni 0,23 persen.
Disusul yen Jepang yang menguat 0,19 persen, lalu ringgit Malaysia menguat 0,19 persen. Selain itu, yuan China menguat 0,11 persen dolar Taiwan menguat 0,07 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan, Baht Thailand melemah 0,12 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen. Diikuti, Korea melemah 0,10 persen. Lalu, Hong Kong yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 96,90, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,81.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Pemerintah Gelontorkan Rp 911,16 Miliar buat Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026
-
Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati
-
Ekonomi RI Tembus 5,39 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Saya Belum Puas!
-
Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!
-
Sengketa Hotel Sultan: Jejak PT Indobuildco dan Kontroversi Dinasti Bisnis Sutowo
-
Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000
-
IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
-
Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS
-
Saham INET Diborong, Akumulasinya Capai Rp 110 Miliar
-
Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz