Suara.com - Pemerintah resmi menetapkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Penyesuaian tarif PPN akan dikenakan bagi barang dan jasa yang dikategorikan mewah, seperti kelompok makanan berharga premium, layanan rumah sakit kelas VIP, dan pendidikan berstandar internasional yang berbiaya mahal.
Merespons hal ini, Pengamat Pajak, Yustinus Prastowo mengatakan, kondisi Indonesia saat ini memang berat. Melihat kondisi seperti ini, PPN 12% untuk pendidikan bertaraf Internasional dinilai sudah tepat.
"Prinsipnya mengenakan PPN untuk jasa yang hanya dapat dinikmati kelompok berpenghasilan atas ini sudah tepat. Supaya tercipta keadilan," tutur Yustinus Prastowo saat dihubungi Suara.com pada Selasa, (24/12/2024).
Menurut Yustinus, kenaikan satu persen menjadi opsi yang paling mungkin diambil karena mempertimbangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, pengenaan PPN 12% terhadap pendidikan bertaraf internasional ini harus selaras dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Maka fokusnya pada sekolah internasional, lebih khusus lagi yang dimiliki asing. Menurut saya, ini menjadi konsep yang baik," imbuhnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data ISC Research, supplier data dan informasi terkemuka di pasar sekolah internasional, Indonesia memang menjadi destinasi utama sekolah internasional premium di Asia Tenggara. Berdasarkan data yang dirilis pada tahun 2017 itu, Indonesia berada di posisi ke-10 dengan jumlah mencapai 192 sekolah.
Masing-masing sekolah menerapkan biaya yang berbeda-beda. Dilansir dari situs sampoernaacademy.sch.id, biaya sekolah dasar internasional dapat berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta per tahun, sedangkan biaya sekolah menengah internasional dapat berkisar antara Rp150 juta hingga Rp300 juta per tahun. Kemudian biaya sekolah atas internasional dapat berkisar antara Rp250 juta hingga Rp500 juta per tahun.
Adapun Sampoerna Academy sendiri, tidak memungut Biaya Gedung atau Uang Pangkal. Biaya sekolah di Sampoerna Academy berkisar antara Rp26.000.000 untuk Pra Sekolah, hingga Rp150.000.000 untuk kelas 12 per tahun.
Dengan jumlah tersebut, lantas bagaimana potensinya terhadap perpajakan di Indonesia?
Baca Juga: PPN 12 Persen Timbulkan Inflasi, Apakah Daya Menabung Masyarakat Mengalami Penurunan?
"Mengenai potensi saya tidak pegang datanya. Tapi mestinya kalau orientasi ke keadilan, lebih ke memenuhi rasa keadilan dulu saja. Dan yang penting perlu didiskusikan terlebih dahulu detailnya, supaya pengaturannya tepat," pungkas Mantan Staf Menteri Keuangan ini.
Berita Terkait
-
Diwanti-wanti Tak Sudutkan Prabowo, Relawan ABP: PDIP Jangan Cari Muka soal PPN 12 Persen
-
Ini 5 Tips Tetap Hemat saat Rayakan Natal di Tengah Ancaman PPN 12 Persen
-
Fedi Nuril Sebut Presiden Prabowo Langgar Janji soal Kenaikan PPN 12 Persen
-
Blak-blakan Dukung Prabowo Naikkan PPN 12 Persen, Elite PDIP Ungkap Alasannya!
-
Yolo Ine Kerja Apa? Dituduh Jadi Buzzer gegara Remehkan Kenaikan PPN 12 Persen
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya
-
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
-
Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela
-
Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap
-
Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik
-
Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?
-
Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin