Suara.com - Databricks mengumumkan rencananya untuk memperluas investasi di kawasan ASEAN. Langkah ini didorong oleh pertumbuhan tahunan perusahaan yang mencapai lebih dari 70% selama tiga tahun terakhir dan didukung oleh meningkatnya permintaan layanan data intelligence secara global.
Untuk memenuhi kebutuhan layanan data, AI, dan governance di Indonesia, Databricks Data Intelligence Platform akan tersedia di wilayah AWS Asia Pasifik (Jakarta) pada awal tahun 2025 ini.
Seiring dengan maraknya penggunaan AI generatif, berbagai perusahaan di Indonesia semakin menyadari bahwa pemanfaatan data dapat meningkatkan daya saing dan menghasilkan inovasi baru, terutama dalam menghadapi persaingan ekonomi digital.
Ekspansi bisnis Databricks merupakan tonggak penting perusahaan dan merupakan komitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis di kawasan ASEAN.
Ratusan pelanggan di ASEAN, termasuk Standard Chartered Bank, Ikano Retail (franchise IKEA), Maya, dan Xendit, telah memanfaatkan Databricks Data Intelligence Platform di AWS untuk mendorong transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, dan membuka peluang bisnis baru.
Dengan ekspansi ini, Databricks bertujuan untuk mendukung lebih banyak perusahaan di Indonesia agar mampu memaksimalkan potensi Data dan AI secara optimal untuk meningkatkan daya saing.
Databricks Intelligence Platform menyediakan layanan analitik dan aplikasi cerdas yang mengintegrasikan data klien dengan model AI canggih sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
Dikembangkan dengan lakehouse foundation dengan open data format dan open governance, platform ini memungkinkan klien untuk memegang kendali penuh atas data bisnis mereka.
Selain itu, Databricks Intelligence Platform dapat diakses melalui AWS Marketplace, yaitu toko digital terkurasi yang melayani klien dari seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Tahun 2030 Terjadi PHK Massal di Dunia, Terbanyak dari Jenis Pekerjaan Ini
Tak hanya menyediakan Databricks Intelligence Platform, AWS Marketplace juga membantu klien dalam menemukan, membeli, menerapkan, dan mengelola solusi cloud secara efisien untuk menciptakan operasional bisnis yang lebih baik.
Databricks baru saja memperluas kemitraannya dengan AWS. Dengan kemitraan ini, perusahaan di Indonesia kini dapat mengakses berbagai fitur baru, termasuk Databricks Mosaic AI untuk mengembangkan model AI khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
Fitur ini juga didukung oleh chip AWS Trainium sehingga proses pengembangan model AI tersebut dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, klien dapat melakukan proses pra-pelatihan, penyempurnaan, dan penerapan large language models (LLM) menggunakan data sendiri dengan biaya yang lebih efisien.
Fitur ini telah terintegrasi dengan AWS Marketplace sehingga klien dapat menerapkan solusi Databricks dengan mudah dan menjalankan program AI generatif dalam skala besar, serta memegang kendali atas data dan mempertahankan kekayaan intelektual yang dihasilkan dari AI tersebut.
"Kami mendukung ekspansi Databricks ke Indonesia yang memperkuat investasi AWS sebesar Rp71 triliun di Wilayah Asia Pasifik (Jakarta) AWS. Dengan membangun Databricks Data Intelligence Platform secara eksklusif di AWS di Indonesia, kami berkomitmen untuk membantu Databricks dan seluruh pelanggan kami dalam mengelola data bisnis secara aman, lokal, serta mendorong inovasi digital dan AI yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Kirsten Gilbertson, Head for Partner Management, ASEAN, AWS.
"Kami sangat antusias untuk menghadirkan Databricks Data Intelligence Platform ke Indonesia dengan memanfaatkan keandalan, skalabilitas, fleksibilitas, dan keamanan AWS. Ekspansi ini menegaskan komitmen kami untuk tak hanya memperluas kehadiran kami di kawasan ini, tetapi juga mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia dalam memaksimalkan potensi data mereka melalui analitik canggih dan wawasan berbasis AI. Kami percaya langkah ini akan mendukung transformasi bisnis para klien di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital," ujar Cecily Ng, Vice President and General Manager of ASEAN and Greater China, Databricks.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah