- Harga Bitcoin tertahan di USD 78.543 pada 3 Februari 2026, mengonfirmasi pembalikan tren bearish sejak akhir Januari.
- Kerusakan struktur pasar 29 Januari memicu koreksi teknikal menuju target USD 75.130, menyebabkan likuidasi besar.
- Analisis teknikal memproyeksikan skenario penurunan ke USD 69.500 jika level support kritis gagal dipertahankan.
Suara.com - Pasar kripto sedang berada dalam fase krusial pada awal Februari 2026. Setelah mencatatkan performa yang cukup fluktuatif, harga Bitcoin (BTC) terpantau tertahan di level USD 78.543 (sekitar Rp1,2 miliar) pada perdagangan Selasa (3/2/2026).
Pergerakan ini mengonfirmasi adanya pembalikan tren ke arah bearish yang telah dimulai sejak akhir Januari lalu.
Laporan dari Beincrypto menunjukkan bahwa struktur pasar mengalami kerusakan (breakdown) pada 29 Januari, yang memicu target koreksi teknikal ke area USD 75.130.
Meskipun Bitcoin sempat menyentuh zona tersebut dan menunjukkan sedikit perlawanan, dominasi tekanan jual masih terasa cukup kuat di pasar.
Sejak 31 Januari 2026, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini telah tergerus hampir 11 persen dari titik tertinggi lokalnya.
Penurunan tajam menuju kisaran USD 75.000 tersebut memicu gelombang likuidasi besar-besaran, yang pada akhirnya menyeret mayoritas aset kripto lainnya ke zona merah.
Salah satu indikator yang mencemaskan para analis adalah minimnya akumulasi yang kokoh di sekitar level USD 75.000.
Tanpa adanya aksi beli yang signifikan di level tersebut, posisi Bitcoin saat ini dianggap sangat rentan terhadap penurunan lebih dalam.
Pelemahan ini oleh beberapa pengamat dan netizen di sejumlah medsos dikaitkan dengan Bitcoin dan Satoshi Nakamoto yang disinggung Jeffrey Epstein dalam Epstein Files. Meski kabar ini
Baca Juga: Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
Peta Jalan Teknikal: Level Support dan Resisten Kritis
Jika Bitcoin gagal mempertahankan pijakannya di level saat ini, model data on-chain dan analisis teknikal memproyeksikan beberapa titik kejatuhan berikutnya:
Skenario Bearish (Penurunan): Penembusan di bawah area USD 75.130 – USD 75.630 akan membuka pintu menuju USD 69.500. Jika level psikologis ini runtuh, BTC berpotensi menguji zona klaster penting di kisaran USD 63.000 hingga USD 66.000, dengan batas pertahanan terakhir di sekitar USD 61.840.
Skenario Bullish (Pemulihan): Untuk membatalkan tren penurunan ini, Bitcoin harus mampu menembus hambatan terdekat di USD 79.890. Namun, pemulihan struktur pasar yang benar-benar stabil hanya akan terjadi jika harga mampu bergerak konsisten di atas USD 84.140.
Selama Bitcoin masih berjuang di bawah angka USD 80.000, risiko penurunan tetap mendominasi sentimen pasar. Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
DISCLAIMER: Investasi pada aset kripto memiliki risiko volatilitas dan kerugian modal yang sangat tinggi. Pergerakan harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh likuiditas pasar global dan sentimen makroekonomi. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berita bisnis dan bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto tertentu. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
Berita Terkait
-
Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik