Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan gizi anak Indonesia ternyata masih menyimpan sejumlah tantangan.
Hasil studi terbaru yang dilakukan oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kekhawatiran besar terhadap pelaksanaan program ini.
Menurut Peneliti CELIOS, Galau D. Muhammad, hasil studi mengungkapkan bahwa mayoritas responden (46 persen) khawatir akan terjadinya penyaluran program yang tidak efisien. Hal ini berarti, bantuan makanan bergizi tidak sampai kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, 37 persen responden juga khawatir akan adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG.
"Kekhawatiran masyarakat ini bukan tanpa alasan. Program yang melibatkan anggaran besar seperti MBG memang rentan terhadap penyelewengan," ujar Galau dalam Diseminasi “Hasil Studi Perspekstif Masyarakat terhadap Program MBG” dikutip Selasa (28/1/2025).
Selain masalah penyaluran dan korupsi, responden juga menyoroti kualitas makanan yang disalurkan (14 persen) dan biaya implementasi program (3 persen).
CELIOS juga melakukan pemetaan terhadap potensi korupsi program MBG, diantaranya potensi dari pengadaan dan distribusi makanan. Termasuk pemalsuan data penerima manfaat, pengelolaan dana dan anggaran serta penyimpangan dalam proses pengawasan dan evaluasi.
Galau juga mengatakan, penyaluran MBG yang terkesan tersentralistik seperti sekarang ini yang berpotensi menimbulkan kebocoran dan korupsi. Dari hasil perhitungan CELIOS, potensi kerugian negara bisa mencapai Rp8,52 triliun dengan persentase risiko korupsi 12 persen.
“Hal ini salah satunya disebabkan karena fokus distribusi MBG melalui vendor besar dan dapur umum. Sehingga efisiensi dan pengawasannya juga rendah,” ujarnya.
Baca Juga: Memahami Apa Itu Reimburse, Sistem Pembayaran MBG yang Jadi Pro Kontra
CELIOS pernah mengusulkan agar penyaluran MBG dilakukan desentralistik, dimana fokus distribusi dilakukan oleh UMKM lokal atau sekolah. Cara ini, persentase risiko korupsinya 2,5 persen dengan potensi kerugian akibat kebocoran dan korupsi sekitar Rp1,7 triliun.
Desentralistik program MBG, menurut CELIOS, efisiensi pengawasannya juga lebih tinggi. Hasil studi CELIOS juga menunjukkan masyarakat lebih memprioritaskan penyediaan makanan olahan sehat dan daging dibandingkan pemberian susu.
“Sebanyak 43 persen responden menilai makanan olahan sehat merupakan komoditas yang paling diperlukan dalam konteks kebutuhan gizi anak-anak. Ini menunjukkan ada kesadaran tinggi bukan hanya soal makanan bergizi, tapi juga terjamin kesehatannya,” ujar Galau menutup keterangannya.
Studi CELIOS mengenai “Perspektif Masyarakat terhadap Program MBG” melibatkan sebanyak 1.858 responden. Responden berasal dari berbagai daerah di pedesaan, pinggiran kota dan perkotaan, sehingga bisa mewakili seluruh lapisan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Turun Drastis, Daging Sapi Naik
-
Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak
-
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Target Harga BUMI Saat Sahamnya Hancur Lebur Ditekan Aksi Jual Massal
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
-
Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026