Suara.com - Baru-baru ini ramai jadi perbincangan publik mengenai tabung Gas Melon 3 kg yang kabarnya tidak lagi dijual. Arahan dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia itu kini resmi dianulir oleh Presiden Prabowo Subianto. Usut punya usut, menteri terkait diduga tidak melapor kebijakan ini kepada presiden selaku pemimpin kabinet.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah melalui Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) menyampaikan bahwa penjualan Tabung Gas Melon 3 Kg tidak lagi tersedia di pengecer terhitung sejak Sabtu (1/2/2025).
Kebijakan tersebut dilakukan guna pendistribusian LPG 3 kg bisa lebih tepat sasaran. Selain itu, kebijakan ini juga dilakukan agar harga gas Melon 3 kg yang yang ada dipasaran sesuai batasan yang ditetapkan pemerintah.
Kebijakan ini menuai pro kontra di masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengaku kesulitan jika tabung gas melon 3 Kg tidak lagi dijual di pengecer, terutama bagi masyarakat yang lokasi rumahnya jauh dari toko pusat.
Terlepas dari kabar tentang penjualan gas melon 3 kg yang tak lagi tersedia di pengecer, menarik jika kita mengetahui sejarah tabung gas melon 3 kg. Nah untuk selengkapnya, simak berikut ini sejarahnya.
Sejarah Tabung Gas Melon 3 kg
PT Pertamina BUMN memperkenalkan gas LPG ukuran 3 Kg atau yang dikenal juga dengan tabung gas melon pada tahun 2007 ke masyarakat Indonesia. Tabung gas melon ini memiliki harga lebih terjangkau sehingga cocok untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun tabung gas melon ini pertama kali diluncurkan oleh Direktorat Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Peluncuran tabung gas melon ini sudah memiliki dasar hukum Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006.
Tabung gas melon ini memiliki ukuran yang lebih kecil yakni 3 kg dan harga yang lebih terjangkau di kantong masyarakat jika dibandingkan dengan tabung gas ukura 12 kg. Peluncuran tabung gas melon 3 kg ini pun dapat sambutan hangat di kalangan masyarakat.
Keberadaan tabung gas Melon 3 kg ini pun membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Gas ini pun sangat populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah karena harganya yang lebih terjangkau serta pemasarannya yang lebih luas.
Tabung gas melon ini semacam angina segar di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Banyak pedagang kaki lima, warung makan, hingga industri kecil yang mengandalkan tabung gas melon 3 kg untuk kebutuhan operasional mereka.
Meskipun tabung gas melon 3 kg memiliki banyak manfaat, namun ada juga yang melakukan penyalahgunaan distribusi gas. Pasalnya, tabung gas melon 3 Kg ini juga banyak digunakan oleh kalangan menengah atas.
Padahal, tabung gas melon 3 kg ini ditujukan untuk kalangan masyarakat menengan ke bawah. Hal ini yang akhirnya membuat Pemerintah mengeluarkan kebijakan dihapusnya penjualan tabung gas Melon 3 Kg di pengecer.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Cuitan Lawas Kiky Saputri Viral Lagi di Tengah Kisruh LPG 3 Kg, Kini Dicibir Tak Napak Tanah
-
Kembali Buat Candaan Soal Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Komeng Buat Publik Geram: Gak Lucu!
-
Tak Perlu Keluar Rumah, Ini Cara Beli Tabung Gas Baru di Pertamina
-
Pimpinan DPR Turun Tangan Sidak Pangkalan Gas Melon 3 Kg di Palmerah, Dasco: Sudah Lancar, Tak Ada Antrean
-
Tiba-tiba Sidak Agen Gas LPG 3 Kg, Gibran Malah Dicuekin Warga: Gak Ada yang Peduli Sama Dia..
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun