Suara.com - Kementerian BUMN merupakan salah satu lembaga yang terkena efisiensi anggaran. Hampir 50 persen anggaran Kementerian BUMN dipotong dalam efisiensi anggaran.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pemotongan anggaran ini membuat fungsi Kementerian BUMN sebagai pengawas perusahaan pelat merah tidak optimal.
"Kita juga menurunkan biaya pengawasan BUMN sebesar 50 persen yang sebenarnya sangat penting kalau kita tahu pengawasan itu hal yang harus dimaksimalkan," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Dalam hal ini, Erick Thohir mengusulkan Kementerian Keuangan agar anggara yang dipotong tidak begitu besar. Dirinya bilang, paling mentok Kementerian BUMN memiliki anggaran sebesar Rp215 miliar.
"Kami coba usulkan kepada Kementerian Keuangan, memang belum dapat konfirmasi 100 persen, tapi mereka lihat usulan kami bukan sesuatu yang mengada-ada karena memang batas minimum kami untuk beroperasi itu di Rp215 miliar," beber dia.
Selain pengawasan BUMN, efisiensi di Kementerian BUMN juga terjadi pada pengurangan fasilitas pimpinan sebesar 70 persen, pemotongan perjalanan dinas sebesar 54 persen, pengurangan fasilitas Teknologi Informasi sebesar 41 persen.
"Kemudian, pengurangan untuk ATK sebesar 90 persen, kegiatan rapat dan acara seremonial kita pangkas 43 persen, efisiensi pemakaian gedung hingga 39 persen," papar dia.
Tak hanya itu, Erick Thohir juga mengganti kendaraan dinas yang tadinya listrik menjadi hybrid. Selain itu, kendaraan dinas itu tersebut juga disewa bukan dibeli.
Untuk diketahui, efisiensi anggaran diperintahkan Presiden Prabowo Subianto lewat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.
Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Erick Thohir: Mohon Maaf Tidak Ada Tukeran Suvenir
"Kendaraan dinas yang kemarin kami semua sewa, kami coba ganti lebih murah dari mobil listrik jadi hybrid," beber dia.
Adapun, dengan penyesuaian itu, Erick Thohir menyebut, Kementerian BUMN bisa menghemat anggaran hingga 66 persen.
"Tujuannya tadinya mobil listrik sekarang hybrid dengan harganya bisa lebih murah sampai 66 persen," beber Ketua Umum PSSI ini.
Erick mengungkapkan, anggaran Kementerian BUMN dipotong hampir setengahnya. Di mana, pagu anggaran 2025 sebesar Rp277,5 miliar, namun dipotong Rp115,52 miliar, sehingga sisa anggaran sebesar Rp161,17 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
-
Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam