Suara.com - Bank Indonesia ( BI) memastikan layanan penukaran uang Rupiah (pintar.bi.go.id) sudah kembali bisa diakses. Sebelumnya layanan tersebut sempat susah diakses dan mengalami kendala.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Deny Prakoso mengatakan terus memaksimalkan layanan penukaran uang Rupiah agar tidak terjadi gangguan.
"Saat ini, kami tengah bekerja maksimal untuk mengatasi kendala ini, secara bertahap pemulihan tengah dilakukan agar dapat kembali digunakan secara normal. Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," kata Ramdan Deny dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/3/2025).
Apabila menemui kendala, Ramdan meminta kepada masyarakat agar menghubungi pusat kontak BI di 131. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi media sosial, seperti email dan whatsapp.
"Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Dalam hal masih mengalami kendala, silakan menghubungi contact center Bank Indonesia BICARA 131 melalui media sosial, email, atau WhatsApp," bebernya.
Sementara itu, dari Instagram resmi @bank_indonesia, BI menyebutkan bahwa penukaran uang dapat dilakukan secara online. Masnyarakat dapat mengakses situs https://pintar.bi.go.id. untuk melakukan penukaran.
Cara Daftar Aplikasi Pintar.BI.go.id
1. Kunjungi laman resmi Pintar BI dengan mengklik link https://pintar.bi.go.id/
2. Setelah masuk, klik menu pilih provinsi
3. Jika sudah memilih, tekan lihat lokasi
4. Setelah itu, laman akan menampilkan menu lokasi dan waktu penukaran
5. Masnyarakat dapat memilih lokasi penukaran uang terdekat
6. Tentukan tanggal dan jam penukaran lalu klik pilih
7. Isi data diri sesuai KTP, nomor telepon, dan alamat email
8. Setelah memastikan data telah terisi dengan benar, lanjut isi jumlah nominal uang yang akan ditukarkan melalui kas keliling sesuai batas penukaran
9. Setelah melakukan pemesanan, simpan dan cetak bukti pemesanan
Sebagai tambahan, Masyarakat harus datang sesuai jadwal saat menukar uang yang telah dipesan. Mereka wajib membawa KTP dan bukti pemesanan.
Berita Terkait
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026