"Kami sering harus berjalan jauh, bahkan di tengah hujan, untuk memastikan bantuan sampai ke tangan KPM. Dalam sehari, biasanya kami melayani 75 hingga 80 KPM, tergantung cuaca dan kondisi lapangan," jelasnya.
Baginya, kebahagiaan KPM adalah sumber semangat baginya.
"Melihat mereka tersenyum karena bantuan yang kami antar, itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai," tambahnya
Ismail Marzuki, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanah Sareal, menjelaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam program ini.
"Kami bekerja sama dengan PosIND, pendamping PKH, aparatur desa, dan bahkan kepolisian untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Koordinasi dimulai dari penyebaran undangan hingga pemantauan langsung di lapangan," ungkapnya
Ismail juga menyoroti peran TKSK dalam mengevaluasi penerima bantuan.
"Jika ada KPM yang pindah atau tidak layak, kami langsung melakukan cross-check dan melaporkannya agar bantuan bisa dialihkan ke yang lebih membutuhkan," tambahnya.
Sani Ginanjar, Executive General Manager Kantor Pos KCU Bogor, menyampaikan bahwa penyaluran bansos PKH dan Program Sembako tahun 2025 kali ini dilakukan dengan persiapan yang matang.
Menurutnya KCU segera melakukan perisapan setelah menerima instruksi dari kantor pusat untuk pembayaran Bansos PKH dan Program Sembako ini, untuk kemudian dipelajari lebih dulu berdasarkan daflar yang diterima.
Baca Juga: Layanan Door to Door Percepat PosIND Salurkan Bansos PKH dan Sembako
"Keluarga penerima bantuan sebanyak 32.743 KPM. Kemudian karena kita melihat jumlah yang begitu besar, maka kami tentunya mengadakan persiapan-persiapan antara lain kami mencetak Danom dan surat panggilan, membentuk satuan tugas, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Sosial dan TKSK. Semua dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan KPM secara aman dan tepat waktu," ujarnya.
Menurut Sani, tantangan terbesar adalah mengatur antrian di kantor pos utama, mengingat penyaluran ini bersamaan dengan pembayaran uang pensiun dan operasi pasar.
“Tantangan penyaluran pada kali ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena kita ketahui juga bahwa pada saat ini dan tanggal ini, kami bersamaan dengan penyaluran atau pembayaran uang pensiun, kemudian juga ada operasi pasar. Tentunya ketika pembayaran dilakukan di kantor cabang utama Bogor ini, kami harus mengatur layout yang baik agar tidak terjadi kumpulan atau crowded di festibul layanan kami. Kemudian untuk pembayaran komunitas, juga ada tantangannya seperti mengatur antrian, mengatur tempat parkir, kemudian mengatur ruang tunggu yang memadai dan layak untuk semua penerima KPM ini,” jelas Sani.
Pihaknya juga mempelajari kasus-kasus yang untuk penyaluran yang belum terbayarkan.
"Kami juga mengandalkan metode door-to-door untuk menjangkau KPM yang berhalangan hadir, seperti lansia atau yang sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Sani berharap ke depannya program ini semakin baik ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026
-
Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa
-
Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi
-
Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga
-
Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!