Suara.com - Pada triwulan pertama tahun 2025 ini, PT Pos Indonesia (Persero) atau yang dikenal dengan brand PosIND menyalurkan bantuan tunai dengan alokasi untuk 32.743 Keluarga Penerima Manfaat KPM di seluruh wilayah Bogor.
Asri Suhati, warga Bogor Timur, mengungkapkan proses perjalanannya mendapatkan bantuan ini.
"Saya ingat betul, prosesnya dimulai dua tahun lalu saat saya mendaftar di kelurahan. Dengan bantuan RT dan RW, saya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kalau nggak salah dulu waktu itu ada survei. Sudah gitu, setelah menunggu sekian lama, dua tahunan akhirnya saya bisa dapat (Bansos) Sembako dan uang PKH sebesar 875 ribu," ujar Asri ditulis Jumat (14/3/2025).
Uang tersebut ia gunakan untuk biaya pendidikan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMA dan SMP.
Sementara itu, Susanti, yang menerima Bansos PKH sebesar Rp1.325.000 untuk periode tiga bulan, berbagi cerita tentang berartinya manfaat bantuan ini baginya.
"Uang ini sangat membantu untuk kebutuhan sekolah anak-anak dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Saya berharap program ini bisa terus berjalan, karena banyak keluarga seperti saya yang sangat terbantu," ungkapnya
Cerita lain datang dari Bu Heni Yuliasari, warga Kecamatan Tanah Sareal, yang menerima Rp600 ribu.
"Setiap tiga bulan saya mendapatkan bantuan ini. Uang tersebut saya manfaatkan untuk kebutuhan anak-anak, terutama biaya sekolah. Semoga program ini terus berlanjut dan membantu lebih banyak keluarga," katanya.
Husen, yang menerima bantuan melalui metode door-to-door, mengungkapkan rasa syukurnya kepada petugas PosIND yang mendatangi rumahnya.
Baca Juga: Layanan Door to Door Percepat PosIND Salurkan Bansos PKH dan Sembako
"Saya tidak bisa keluar rumah karena kondisi kesehatan saya. Alahmdulillah, sedikit-sedikitnya bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan dan obat-obatan sedikit. Syukur, syukur ke Allah supaya langgeng lah bantuan nya gitu dan orang-orangnya supaya sehat-sehat semua bersyukur sekali, semoga program ini terus ada," tuturnya dengan penuh harap.
KPM yang mendapatkan bansos dengan layanan antar ke rumah atau door to door lainnya adalah Kasminem. Kasminem yang sudah lanjut usia ini mengucap syukur dapat banutan uang.
Yang menarik dari Kasminem, di usianya yang sudah lanjut membuatnya tidak terlalu memikirkan kebutuhan sehari-hari seperti idealnya pengunaan uang bantuan tersebut bagi orang lain.
Baginya ramadan adalah bulan penuh berkah, sehingga menurutnya uang bantuan itu bukan hanya miliknya.
“Kebetulan, Ibu ingin jariah, ingin buat amal jariah. Mau dijariahkan separuh, sama untuk belanja separuh. Sudah segitu saja. Terima kasih banyak atas bantuannya,” pungkas Kasminem.
Atik, salah seorang petugas PosIND atau tepatnya juru bayar door-to-door di KCU Bogor, menceritakan pengalamannya yang penuh tantangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!
-
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
-
IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya
-
Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak
-
Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?
-
Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen
-
Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat
-
Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen
-
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
-
Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026