Suara.com - Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri, para pengemudi ojek online (ojol) harus menghadapi kenyataan pahit. Grab Indonesia, salah satu perusahaan layanan transportasi daring terbesar di tanah air, hanya memberikan Bonus Hari Raya (BHR) dengan nominal yang jauh dari harapan.
Kabar ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi para pengemudi yang telah berjuang keras memberikan layanan terbaik bagi para pengguna. Bagaimana tidak, di saat harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan kebutuhan keluarga semakin meningkat, BHR yang mereka terima hanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp1.600.000 untuk pengemudi roda empat, dan Rp50.000 hingga Rp850.000 untuk pengemudi roda dua.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, berdalih bahwa BHR tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi teladan yang telah aktif dan berkinerja baik. Namun, penjelasan ini tidak mampu meredam kekecewaan para pengemudi yang merasa jerih payah mereka tidak dihargai.
"Kami ingin memastikan bahwa kontribusi mereka tetap mendapatkan penghargaan, terutama dalam momen spesial seperti Idulfitri. Ini adalah itikad baik kami sebagai bentuk apresiasi kepada mitra yang telah bekerja keras setiap hari," kata Neneng dalam keterangan resminya dikutip Senin (24/3/2025).
Namun, para pengemudi merasa bahwa nominal BHR yang diberikan tidak sebanding dengan kerja keras dan risiko yang mereka hadapi setiap hari. Mereka harus berjuang di jalanan yang padat dan panas, menghadapi risiko kecelakaan, dan bekerja hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kami ini kerja pontang-panting, dari pagi sampai malam, tapi BHR yang dikasih cuma segitu. Mana cukup buat beli baju Lebaran anak-anak," keluh seorang pengemudi ojol yang enggan disebutkan namanya.
Para pengemudi juga mempertanyakan kriteria yang digunakan Grab dalam menentukan besaran BHR. Mereka merasa bahwa sistem penilaian yang digunakan tidak transparan dan tidak adil.
"Kami tidak tahu bagaimana sistem penilaiannya. Ada yang sudah kerja bertahun-tahun, tapi BHR-nya sama dengan yang baru gabung. Ini kan tidak adil," ujar seorang pengemudi lainnya.
Kekecewaan para pengemudi ini semakin bertambah karena mereka merasa tidak memiliki daya tawar yang kuat. Sebagai mitra, mereka tidak memiliki hak yang sama dengan karyawan tetap. Mereka tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan pensiun, atau hak cuti.
Baca Juga: Penentuan PSN Era Prabowo Disoal Pengamat: Harusnya Ada Kajian Mendalam
"Kami ini seperti sapi perah. Kerja terus, tapi hak kami tidak diperhatikan," kata seorang pengemudi dengan nada kesal.
Padahal sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan para pekerja ojek online (ojol) dan kurir online akan mendapatkan Bonus Hari Raya (BHR) berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Hal itu ia ungkapkan dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat (21/3/2025).
"Saya mendengar mereka akan terima Rp 1 juta setiap pekerja [ojol]. Tapi saya imbau pengusaha swasta kalau bisa ditambahlah ini. Mengimbau kan boleh nggak ada paksaan kan," kata Prabowo.
Namun, ia menegaskan permintaan untuk menambah nominal BHR itu cuma berupa imbauan. Sebab, Prabowo mengatakan, para aplikator seperti Gojek, Grab, Maxim, juga perlu menghitung kemampuan perusahaan masing-masing sembari tetap memperhatikan para mitra.
Kondisi ini tentu saja menjadi ironi di tengah pertumbuhan pesat industri ride-hailing di Indonesia. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan aplikasi meraup keuntungan besar, namun di sisi lain, para pengemudi yang menjadi tulang punggung industri ini harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pemerintah sebagai regulator diharapkan dapat turun tangan untuk melindungi hak-hak para pengemudi ojol. Perlu ada regulasi yang jelas dan tegas untuk mengatur hubungan antara perusahaan aplikasi dan para pengemudi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global
-
Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Arkadia Digital Media (DIGI) Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
FIFGROUP Kantongi Laba Rp4,63 Triliun di 2025, Indra Gunawan Resmi Jadi Bos Baru
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
-
Konsumsi BBM hingga Listrik Diproyeksikan Meningkat Selama Lebaran, Pemerintah Bentuk Posko!
-
Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan
-
Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat