- Zulhas jamin stok pangan RI aman meski ada gejolak geopolitik global. (64 karakter)
- Cadangan beras nasional diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan 340 hari. (69 karakter)
- Pemerintah fokus cegah inflasi pangan dan tekan alih fungsi lahan.
Suara.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meski tensi geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah, terus memanas. Zulhas memastikan cadangan pangan RI, khususnya beras, berada dalam posisi yang sangat mencukupi.
Pemerintah terus memantau pergerakan pasokan pangan dunia untuk mengantisipasi potensi inflasi akibat konflik internasional. Kendati demikian, Zulhas menyebut situasi dalam negeri sejauh ini belum terdampak secara signifikan.
"So far pangan aman ya. Kita kan sudah swasembada. Kemudian produktivitas kita oke," ujar Zulhas saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pilar Utama di Tengah Krisis Zulhas menekankan bahwa sektor pangan merupakan pilar krusial bagi ketahanan nasional, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global. Menurutnya, penguatan sektor ini menjadi prioritas utama pemerintah agar Indonesia tidak goyah saat dunia dilanda krisis.
Dalam rapat koordinasi terbaru, pemerintah juga menyoroti masalah alih fungsi lahan guna memastikan keberlanjutan produksi pangan lokal.
"Intinya pangan ini menjadi pilar yang penting di situasi sulit. Situasi aman saja penting, apalagi di situasi sulit," tegas Ketua Umum PAN tersebut.
Cadangan Beras Melimpah Terkait stok beras nasional, Zulhas memberikan kabar baik. Ia mengungkapkan bahwa cadangan beras yang dikelola pemerintah saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk jangka waktu yang sangat panjang.
"Kita stok aman, cadangan beras kita 340 sekian hari lah cadangan untuk beras kita," pungkasnya.
Baca Juga: Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
-
Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam