- ESDM kawal pasokan BBM, LPG, dan listrik mulai 12-31 Maret 2026.
- Permintaan bensin naik 12%, sementara solar turun 14,5% selama masa mudik.
- Cadangan listrik Idulfitri melimpah 48,4%, kondisi dipastikan aman.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengaktifkan Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) 2026. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran pasokan energi bagi masyarakat selama masa mudik dan balik lebaran.
Bekerja sama dengan BPH Migas, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), posko ini akan beroperasi mulai hari ini, 12 Maret hingga 31 Maret 2026.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 1447, Erika Retnowati mengungkapkan bahwa konsumsi energi masyarakat diproyeksikan bakal mengalami pergeseran signifikan. Konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) diprediksi melonjak hingga 12 persen dibanding hari normal.
"Sebaliknya, untuk gasoil (solar) diperkirakan turun sekitar 14,5 persen karena pembatasan operasional kendaraan logistik. Sementara Avtur naik 2,8 persen dan kerosene naik 4,2 persen," ujar Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Demi mengamankan stok di lapangan, Pertamina menyiagakan infrastruktur raksasanya, mulai dari 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, hingga 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
Tak hanya BBM, permintaan LPG juga diprediksi terkerek naik 4 persen. Untuk mengantisipasinya, Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, dan 6.662 agen di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap memastikan penyaluran gas bumi ke ribuan pelanggan tetap aman. Penyaluran ini mencakup 3.290 sektor komersial, 2.900 pelanggan kecil, hingga 818.000 sambungan rumah tangga.
"Meskipun jangkauan luas, konsumsi gas bumi diprediksi turun 4,8 persen dibandingkan realisasi posko tahun lalu," tambah Erika.
Bagi masyarakat yang merayakan lebaran di rumah, pasokan listrik dipastikan berada dalam kondisi "Hijau" atau aman. Beban puncak nasional selama periode RAFI 2026 diperkirakan mencapai 47.198 MW dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 MW.
Baca Juga: 10 Kue Khas Lebaran yang Paling Diburu saat Hari Raya, Mana Favoritmu?
Artinya, terdapat cadangan daya sebesar 4.410 MW (9,3%). Bahkan pada hari H Idulfitri, cadangan listrik diproyeksikan sangat melimpah mencapai 48,4 persen karena penurunan aktivitas industri.
"Pada hari H, beban puncak diproyeksikan tumbuh 5,46 persen dari tahun lalu, namun tetap lebih rendah 29 persen dibandingkan hari normal," pungkas Erika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir
-
Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite
-
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958
-
Harga Emas Turun Semua Hari Ini! Antam, Galeri 24 dan UBS 'Spesial Diskon'
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital