Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan jadwal libur perdagangan pasar modal selama periode Lebaran 2025. Seperti apa jadwal libur Bursa Efek Indonesia selama Lebaran 2025?
Penetapan hari libur bursa ini telah disesuaikan dengan tanggal cuti bersama yang ditentukan oleh pemerintah. Simak penjelasan lengkap jadwal libur Bursa Efek Indonesia tersebut.
Seperti yang diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, libur Lebaran 2025 akan dimulai pada hari Jumat, 28 Maret 2025 sampai dengan hari Senin, 7 April 2025.
Sesuai aturan tersebut, berikut adalah rincian libur bursa efek Indonesia selama periode lebaran 2025.
- Senin, 31 Maret 2025: Hari Raya Idul Fitri 1446 H
- Selasa, 1 April 2025: Hari Raya Idul Fitri 1446 H
- 1 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 H
- 2 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 H
- 3 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 H
- 4 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 H
- 7 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 H
Sementara itu, 28 Maret 2025 adalah libur Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947
Dengan begitu, maka perdagangan bursa efek akan kembali dibuka pada hari Selasa, 8 April 2025.
Artinya, selama bulan Maret 2025, perdagangan bursa hanya akan berlangsung selama 19 hari, sementara di bulan April adalah 16 hari.
Pasalnya, bursa efek akan libur kembali pada hari Jumat, 18 April 2025 karena peringatan hari wafat yesus kristus.
Jadwal Libur Bursa Efek Saham Selama Tahun 2025
Di samping libur selama Lebaran, berikut adalah jadwal lengkap libur bursa efek sepanjang sisa tahun 2025.
Baca Juga: Berapa Harga Sewa iPhone di Jogja untuk Lebaran? Laris Manis, Mulai dari Rp65 Ribu
Mei (5 hari libur bursa)
- Kamis, 1 Mei 2025: Hari Buruh Internasional
- Senin, 12 Mei 2025: Hari Raya Waisak 2569 BE
- Selasa, 13 Mei 2025: Cuti Bersama Hari Raya Waisak 2569 BE
- Kamis, 29 Mei 2025: Kenaikan Yesus Kristus
- Jumat, 30 Mei 2025: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
Juni (3 hari libur bursa)
- Jumat, 6 Juni 2025: Idul Adha 1446 Hijriah
- Senin, 9 Juni 2025: Cuti Bersama Idul Adha 1446 Hijriah
- Jumat, 27 Juni 2025: 1 Muharram Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
Juli (tidak ada hari libur, 23 hari bursa)
- Tidak ada libur bursa kecuali hari Sabtu dan Minggu.
Agustus (tidak ada hari libur, 21 hari bursa)
- Tidak ada libur bursa kecuali hari Sabtu dan Minggu.
September (1 hari libur bursa)
- Jumat, 5 September 2025: Maulid Nabi Muhammad SAW
Oktober (tidak ada hari libur, 23 hari bursa)
- Tidak ada libur bursa kecuali hari Sabtu dan Minggu.
November (tidak ada hari libur, 21 hari bursa)
- Tidak ada libur bursa kecuali hari Sabtu dan Minggu.
Desember (3 hari libur bursa)
- Kamis, 25 Desember 2025: Kelahiran Yesus Kristus
- Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus
- Rabu, 31 Desember 2025: Libur Bursa
Beberapa hari besar, seperti Hari Lahir Pancasila (1 Juni 2025) tidak termasuk sebagai libur bursa karena jatuh pada hari Sabtu atau Minggu.
Meski sudah mengeluarkan jadwal libur, BEI menyebutkan bahwa jadwal mungkin berubah jika ada penyesuaian dari Bank Indonesia atau pengumuman pemerintah terkait kebijakan khusus.
Optimis IHSG Pulih Selama Lebaran 2025
Setelah sempat ambles hingga 6,12% dalam sepekan terakhir, yaitu kurun waktu 17-21 Maret 2025, hingga menyentuh level 6.076,08, Jeffrey Hendrik selaku Direktur Pengembangan BEI tetap menuturkan bahwa kondisi tersebut kian membaik mendekati masa lebaran.
"Sekarang sudah ada tanda-tanda rebound," tutur Jeffrey.
Dalam mendongkrak kinerja pasar saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah ikut turun tangan dengan mengeluarkan sejumlah kebisakan.
Salah satu di antaranya adalah pembelian saham atau buyback saham tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS).
"Gunanya (kebijakan OJK) agar emiten gerak cepat menggelar buyback saat kondisi market jatuh dalam seperti ini. Fungsinya buyback adalah menyediakan buffer supaya IHSG tidak jatuh lebih dalam," tutur Liza CAmelia selaku Head of Research Kiwoom Sekuritas.
Itulah informasi seputar jadwal libur Bursa Efek Indonesia selama Lebaran 2025 yang sudah mulai ditutup pada Jumat 28 Maret 2025. Bursa Efek kembali dibuka pada seminggu kemudian, 8 April 2025.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Berapa Harga Sewa iPhone di Jogja untuk Lebaran? Laris Manis, Mulai dari Rp65 Ribu
-
H-5 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Mulai Dipadati Pemudik
-
Butuh Gambar Ketupat PNG? 40+ Pilihan Keren untuk Desain Lebaranmu
-
Jadwal Dan Harga Tiket Bus Murni Jaya Mudik Lebaran 2025, Update Naik Berapa Ratus Ribu?
-
Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
-
BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun
-
Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
-
Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal
-
Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar
-
IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi