Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen untuk mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan dampak transformatif bagi pelanggan di seluruh Indonesia, termasuk untuk generasi mendatang.
Perusahaan menyadari bahwa pencapaian tujuan tersebut tidak dapat dilakukan sendirian. Oleh karena itu, LPKR menjali kemitraan dengan berbagai mitra bisnis dan pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai guna menerapkan praktik terbaik dalam bidang Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memaksimalkan kekuatan masing-masing pihak.
"Dengan didukung oleh struktur tata kelola keberlanjutan yang solid, kerangka kerja ini akan memandu Perusahaan dalam memgintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi, kebijakan, dan operasi bisnis perusahaan," kata John Riady, Group CEO Lippo Indonesia, ditulis Jumat (11/4/2025).
LPKR memiliki Kerangka Kerja Keberlanjutan yang menggambarkan pendekatan perusahaan dalam menciptakan nilai keberkelanjutan bagi para pemangku kepentingan yang terpatri di empat pilar utama, yaitu peningkatan kualitas hidup, kepedulian terhadap lingkungan, investasi pada sumber daya manusia, dan penerapan praktik terbaik.
Dalam hal peningkatan kualitas hidup, LPKR mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, serta berupaya memberikan taraf hidup dan peluang ekonomi sosial yang berkualitas bagi masyarakat lokal. Selain itu, berinovasi untuk meningkatkan penawaran dan pengalaman pelanggan.
Pilar kedua, yaitu kepedulian terhadap lingkungan, dipahami sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak terhadap lingkungan, serta mengembangkan produk dan proses yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, LPKR juga fokus pada mitigasi risiko iklim dan pemanfaatan peluang terkait keberlanjutan lingkungan.
Pilar ketiga, berinvestasi pada sumber daya manusia, mencakup penciptaan lingkungan kerja yang adil dan inklusif, pengutamaan kesehatan, keamanan, serta kesejahteraan karyawan, serta upaya pengembangan dan pemberdayaan staf untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Pilar terakhir, mengedepankan praktik terbaik, mencakup komitmen untuk menjunjung tinggi standar tertinggi dalam tata kelola perusahaan, mempromosikan praktik keberlanjutan di seluruh rantai nilai, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam kinerja ESG perusahaan.
Lippo Karawaci (LPKR) merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, dengan portofolio yang terdiversifikasi mencakup pengembangan residensial, komersial, ritel, perhotelan, dan layanan kesehatan.
Baca Juga: LPKR Raup Laba Bersih Rp 18,7 Triliun di 2024, Ditopang Kinerja Bisnis dan Investasi Aset Strategis
Berdiri sejak 1990, LPKR telah memainkan peran penting dalam membentuk lanskap perkotaan Indonesia melalui proyek-proyek ikonik dan inovatif. Salah satu ciri khas LPKR adalah kemampuannya untuk mengembangkan kota mandiri yang terintegrasi.
Karawaci, Tangerang, adalah contoh sukses dari konsep ini, menawarkan lingkungan hunian yang lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, perbelanjaan, dan hiburan. LPKR terus berupaya meningkatkan kualitas hidup penghuninya melalui inovasi berkelanjutan dan penerapan teknologi pintar.
Dalam beberapa tahun terakhir, LPKR telah melakukan transformasi signifikan untuk memperkuat posisinya di pasar. Fokus utama adalah pada pengembangan properti residensial yang terjangkau dan berkualitas, serta peningkatan layanan kesehatan melalui jaringan rumah sakit Siloam.
LPKR juga aktif dalam mengembangkan proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan tol dan fasilitas transportasi lainnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas regional.
Dengan komitmen terhadap inovasi, kualitas, dan keberlanjutan, LPKR terus berupaya menjadi pengembang properti terkemuka di Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Meskipun menghadapi tantangan pasar yang dinamis, LPKR tetap optimis dengan prospek jangka panjang industri properti Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan fokus pada kebutuhan konsumen, LPKR siap untuk terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
-
LPS: Bunga Penjaminan Simpanan Bank Masih 3,5 Persen
-
Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026
-
Ramai-ramai Pedagang Daging Mogok, Amran Ancam Cabut Izin Pengusaha yang Mainkan Harga
-
Bahlil Mau Stop Impor BBM di 2027, Harganya Bisa Murah?
-
Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
-
Bahlil Dukung Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe, KLH Dorong ke Bareskrim
-
Bidik Laba Rp 100 M, Emiten IFSH Mau Akuisi Tambang Nikel Tahun Ini
-
Garap Banyak Film, Emiten Hiburan IRSX Bidik Pendapatan Tumbuh 200% di 2026
-
Bahlil Jamin Sumur Rakyat Mulai Bisa Beroperasi Secara Legal