Suara.com - PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Brantas Abipraya yang telah menempatkan dirinya sebagai pemain kunci dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan air ini tak mau ketinggalan dalam berperan aktif dan ambil andil untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, Asta Cita.
“Kami melakukan berbagai langkah strategis untuk menyukseskan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo, khususnya di bidang irigasi di sektor ketahanan pangan. Salah satunya berkolaborasi bersama Kementerian dan institusi lainnya lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Ditambahkannya, langkah ini dilakukan sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur, sehingga diharapkan peran swasta akan lebih besar dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Pondasi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas sebagai mana yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo dalam visi misi Asta Cita dengan 17 Program Prioritas Presiden Prabowo 2024-2029, serta 8 Program Quick Wins, salah satu program prioritas adalah ketahanan swasembada pangan nasional yang perlu didorong oleh semua pihak agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
BUMN konstruksi ini mantap menyokong Asta Cita lewat proyek-proyek monumental di sektor sumber daya air (SDA) yang berkontribusi terhadap pelayanan air irigasi di masyarakat. Sebagaimana dikutip dari Asta Cita 2024 – 2029, "Negara yang kuat adalah negara yang memiliki sistem pertahanan keamanan negara yang baik yang dapat melindungi dan menjamin kedamaian di dalam wilayah negara kesatuan."
Sebagai informasi, skema KPBU ini dilakukan sebagai strategi adaptasi perusahaan terhadap perubahan skema pembiayaan untuk penyediaan infrastruktur di Indonesia. Brantas Abipraya dengan berbagai pengalaman proyek investasi melalui skema KPBU, merupakan pionir inisiator untuk proyek KPBU sektor sumber daya air sub sektor irigasi pertama di Indonesia, yakni Proyek KPBU Unsolicited Optimalisasi dan Revitalisasi Daerah Irigasi Komering dan Proyek KPBU HLD Lombok sangat diperlukan dan menjadi prioritas nasional dengan kontribusi layanan irigasi seluas total 158.148 Ha.
“Skema ini merupakan skema investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka pengelolaan manajemen dan modernisasi irigasi melalui skema whole life cycle yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan pembangunan infrastruktur yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDG),” imbuh Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Sebagai agen pembangunan yang dimiliki sepenuhnya (100%) oleh Pemerintah Republik Indonesia, Brantas Abipraya memiliki Core Competency kuat di Sektor SDA, hal ini pun telah dibuktikan dengan karya-karya proyek monumental yang telah dibangun sebagai wujud BUMN ini berkontribusi penuh terhadap pelayanan air irigasi di masyarakat.***
Baca Juga: Brantas Abipraya Bangun STMB di Cipinang Cempedak, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berdaya
Berita Terkait
-
Brantas Abipraya Bangun STMB di Cipinang Cempedak, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berdaya
-
Brantas Abipraya Hadirkan Mudik Aman dan Nyaman 2025, Fasilitasi Perjalanan Gratis ke Berbagai Kota
-
Miliki Kepemimpinan Visioner, Direktur Utama Brantas Abipraya Raih Penghargaan Indonesia Best CEO
-
Brantas Abipraya Dorong Kemandirian Pangan dan Lingkungan Sehat Lewat Program Budikdamber dan STMB
-
Miliki Potensi Besar, Mendagri: Indonesia Emas 2045 Bakal Tercapai
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal