Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju naik hingga penutupan perdagangan Selasa (22/4/2025).
Mengutip data RTI Business, IHSG nyaman di zona hijau dengan naik 92,29 poin atau naik 1,43 persen menuju ke level 6.538.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 17,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp9,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,09 juta kali.
Dalam perdagangan hari, sebanyak 371 saham bergerak naik, sedangkan 220 saham mengalami penurunan, dan 210 saham tidak mengalami pergerakan.
Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, NETV, CITY, INDY, DAAZ, HRUM, VKTR, TOBA, BUMI, MBMA, PANI.
Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, LPPF, CSRA, SNLK, JPFA, FORU, DILD, FORE, BSML, MSIN, IOTF.
Meleset dari Proyeksi
Sebelumnya, IHSG diprediksikan bisa mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (22/4/2025). Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, banyak faktor yang membuat IHSG bisa terkoreksi. Misalnya, carut-marutnya keuangan di Amerika Serikat (AS).
Hal ini dipicu dari Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
Baca Juga: IHSG Masih Kuat Bertahan Naik Pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
"Aksi Trump tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar soal independensi bank sentral, di tengah belum adanya kemajuan penting dalam pembicaraan dagang global," ujarnya dalam risetnya yang dikutip, Selasa (24/4/2025).
Kekhawatiran itu membuat bursa saham AS Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 2,48 persen, S&P 500 turun 2,36 persen, dan Nasdaq Composite turun 2,55 persen.
Selain sentimen Trump, sebut Fanny, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh tekanan pada saham-saham teknologi raksasa atau ‘Magnificent Seven’. Saham Tesla turun 5,8 persen, Nvidia turun lebih dari 4 persen, Amazon dan Meta juga melemah 3 persen, sementara Caterpillar turun 2,8 persen.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut Powell sebagai ‘Mr. Too Late, seorang pecundang besar’ dan menuntut agar The Fed segera memangkas suku bunga. Bahkan, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan pemecatan Powell, sesuatu yang menurut penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sedang dipelajari.
"Komentar Trump membuat dolar AS makin tertekan, jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Di sisi lain, emas justru melonjak tajam hingga menembus level rekor baru di atas USD3.400 per ons, menandakan investor beralih ke aset safe haven," kata Fanny.
Sementara, lanjut dia, bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada Senin (21/4/2025). Di sisi lain, bank sentral China mempertahankan suku bunga pada saat yuan berada di bawah tekanan karena ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat (AS).
Di China, CSI 300 naik 0,33 persen dan Shanghai Composite menguat 0,45 persen, setelah Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama di 3,1 persen untuk tenor 1 tahun. Selain itu, suku bunga pinjaman tenor 5 tahun di 3,6 persen.
Sedangkan di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,30 persen dan indeks Topix melemah 1,18 persen. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,28 persen, sementara indeks Kosdaq turun 0,32 persen. Di sisi lain, pasar saham Australia dan Hong Kong masih libur dalam rangka perayaan Paskah.
"IHSG hari ini tendensi koreksi mendekati support 6400, seiring dengan Presiden Trump yang terus desak The Fed cut suku bunga dan ini dapat mengacaukan independency the Fed," beber Fanny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan