Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka masih terus menanjak naik di pembukaan perdagangan Selasa (22/4/2025). IHSG dibuka menghijau di level 6.455.
Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.01 WIB, IHSG masih kuat bertahan di zona hijau dengan naik 15,85 poin atau naik 0,25 persen menuju ke level 6.461
Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 819,18 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp358,85 ,iliar, serta frekuensi sebanyak 39,99 ribu kali.
Dalam perdagangan hari, sebanyak 179 saham bergerak naik, sedangkan 137 saham mengalami penurunan, dan 217 saham tidak mengalami pergerakan.
Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, BPTR, CITY, UDNG, NOBU, IOTF, BUMI, DAAZ, DNAR, IMJS, ANTM, PTPP.
Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, LPPF, MEJA, KOBX, FORU, OBAT, FMII, JPFA, FORE, DILD.
Proyeksi Hari Ini
IHSG) diprediksikan bisa mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (22/4/2025).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, banyak faktor yang membuat IHSG bisa terkoreksi. Misalnya, carut-marutnya keuangan di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: IHSG Diprediksi Bisa Terkoreksi Hari Ini, Simak Saham-saham Pilihan
Hal ini dipicu dari Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
"Aksi Trump tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar soal independensi bank sentral, di tengah belum adanya kemajuan penting dalam pembicaraan dagang global," ujarnya dalam risetnya yang dikutip, Selasa (24/4/2025).
Kekhawatiran itu membuat bursa saham AS Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 2,48 persen, S&P 500 turun 2,36 persen, dan Nasdaq Composite turun 2,55 persen.
Selain sentimen Trump, sebut Fanny, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh tekanan pada saham-saham teknologi raksasa atau ‘Magnificent Seven’. Saham Tesla turun 5,8 persen, Nvidia turun lebih dari 4 persen, Amazon dan Meta juga melemah 3 persen, sementara Caterpillar turun 2,8 persen.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut Powell sebagai ‘Mr. Too Late, seorang pecundang besar’ dan menuntut agar The Fed segera memangkas suku bunga. Bahkan, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan pemecatan Powell, sesuatu yang menurut penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sedang dipelajari.
"Komentar Trump membuat dolar AS makin tertekan, jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Di sisi lain, emas justru melonjak tajam hingga menembus level rekor baru di atas USD3.400 per ons, menandakan investor beralih ke aset safe haven," kata Fanny.
Sementara, lanjut dia, bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada Senin (21/4/2025). Di sisi lain, bank sentral China mempertahankan suku bunga pada saat yuan berada di bawah tekanan karena ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat (AS).
Di China, CSI 300 naik 0,33 persen dan Shanghai Composite menguat 0,45 persen, setelah Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama di 3,1 persen untuk tenor 1 tahun. Selain itu, suku bunga pinjaman tenor 5 tahun di 3,6 persen.
Sedangkan di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,30 persen dan indeks Topix melemah 1,18 persen. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,28 persen, sementara indeks Kosdaq turun 0,32 persen. Di sisi lain, pasar saham Australia dan Hong Kong masih libur dalam rangka perayaan Paskah.
"IHSG hari ini tendensi koreksi mendekati support 6400, seiring dengan Presiden Trump yang terus desak The Fed cut suku bunga dan ini dapat mengacaukan independency the Fed," beber Fanny.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS