Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) bakal melakukan program bedah rumah yang tak layak huni. Inisiatif ini terwujud berkat sinergi apik antara pemerintah dan dunia usaha, menyusul langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang menggandeng tokoh properti ternama, Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik kawasan megaproperti PIK2.
Sebagai langkah awal tim dari PIK2 bersama perangkat Kecamatan Teluknaga terjun langsung ke lapangan pada 17 dan 21 April 2025. Mereka meninjau kondisi sepuluh rumah warga yang akan menjadi sasaran utama program bedah rumah ini.
Enam rumah nelayan di wilayah Tanjung Pasir dan empat rumah warga yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Teluknaga menjadi prioritas awal. Di antaranya adalah kediaman Ibu Utin di Desa Teluknaga, Bapak Suganda di Kampung Melayu Timur, Ibu Nasih di Desa Pangkalan, serta Bapak Baijuri di Kampung Sukadamai.
Rizki Rizani Fachzi, Sekretaris Camat Teluknaga, menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan tersebut. “Di sini kita bisa melihat kondisi awal existing warga masyarakat dengan rumahnya yang sudah banyak bolong, dan juga tidak layak huni. Alhamdulillah, di sini ada CSR dari PIK2 yang Insya Allah ke depannya PIK2 bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang Kecamatan Teluknaga akan siap membantu untuk membedah rumah ini. Terima kasih kepada PIK2 ASG,” ungkapnya dikutip Sabtu (26/4/2025).
Kisah yang paling menyentuh hati datang dari Maria, putri dari Ibu Nasih, salah satu penerima bantuan. Dengan suara lirih, ia melukiskan betapa beratnya kehidupan yang mereka jalani selama ini. “Kalau hujan suka bocor, kamar mandi masih di luar, aku juga belum punya WC. Puji syukur sekali, karena itu sebagian dari doa-doa aku, harapan aku juga,” tutur Maria, dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.
Bagi Maria dan ribuan warga lain yang masih berjuang dalam kondisi ekonomi yang sulit, uluran tangan dari PIK2 ini bukan sekadar perbaikan fisik semata.
Program bedah rumah yang diinisiasi oleh PIK2 ini bukan hanya sekadar bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Lebih dari itu, program ini adalah wujud nyata kehadiran dunia usaha di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Ketika pemerintah dan sektor swasta bersatu padu, yang tercipta bukan hanya bangunan fisik yang baru, melainkan juga harapan dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruar Sirait mengungkapkan, Pendiri Agung Sedayu Group (ASG) Sugianto Kusuma (Aguan) melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkomitmen untuk merenovasi 2.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah wilayah Indonesia.
Komitmen ini diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan di beberapa daerah mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga Jakarta.
Baca Juga: Peran Swasta Dukung Pembangunan Pemerintah Daerah
"Di sektor perumahan dalam bentuk komitmen CSR ada 500 merenovasi di Jawa Barat, 500 Jawa Tengah, 500 Jawa Timur 500, Banten 500, dan Jakarta 500. (Bantuan) dari Pak Aguan Buddha Tzu Chi," ungkap Ara, sapaan akrabnya.
Selain itu, Ara menjelaskan, masih ada 750 rumah yang akan dibangun di Kota Tangerang dan Kalimantan Selatan. Nantinya, 750 rumah tersebut dibagikan secara gratis.
"Kemudian yang membangun rumah 250 di Kota Tangerang dan 500 di Kalimantan Selatan, yang sedang berjalan sekarang di Kota Tangerang," kata dia.
Sebagai informasi, anggaran yang disiapkan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk melakukan renovasi rumah berada di kisaran Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per unit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
-
Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket