Pengembangan Pi Network
Sampai 2025 ini, perkembangan Pi Network cukup menarik, tapi juga banyak kontroversi. Secara garis besar:
1. Fase Pengembangan
- Fase 1 (2019): Mulai sebagai testnet, fokus membangun komunitas dan jaringan pengguna (Pioneers) lewat aplikasi mobile mining. Tidak ada nilai tukar nyata waktu itu.
- Fase 2 (2020-2021): Peluncuran Testnet blockchain mereka. Developer mulai mengundang pihak ketiga untuk membangun aplikasi di ekosistem Pi.
- Fase 3 (2022-sekarang): Mainnet tertutup (Enclosed Mainnet). Artinya, blockchain sudah aktif, tapi transaksi Pi masih terbatas di dalam ekosistem dan belum bisa diperdagangkan bebas di bursa kripto.
2. Pencapaian
Pi Network mengklaim lebih dari 47 juta pengguna di seluruh dunia (per 2025). Mereka sudah punya beberapa aplikasi di Pi Browser seperti marketplace Pi, layanan barter, dan mini-game yang menerima pembayaran pakai Pi Coin. Sudah banyak event komunitas offline (Pi Convention, Hackathon).
3. Masalah dan Kritik
Baca Juga: Mengenal Pi Network: Mata Uang Digital yang Menjanjikan atau Penipuan?
- Belum list resmi di exchange besar (seperti Binance, Coinbase).
- Belum bisa diuangkan secara bebas karena masih Enclosed Mainnet.
- Banyak orang skeptis, ada yang menganggap ini mungkin hanya "eksperimen sosial" atau sekadar mengumpulkan data pengguna.
- KYC (Know Your Customer) masih jadi tantangan besar, karena pengguna harus verifikasi identitas agar bisa menggunakan Pi di Mainnet.
4. Rencana Ke Depan
Pi Network berencana membuka Open Mainnet setelah ekosistem aplikasi dan KYC berjalan stabil. Baru setelah itu Pi bisa benar-benar bebas diperjualbelikan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Pengamat Bocorkan Strategi Rahasia Pi Network Menjelang Consensus 2025
-
Meski Naik 7 Persen Selama Sepekan, Pi Network Dihantui Penurunan
-
Harga Pi Network Hampir Rp11.000, Ini Prediksi Fluktuasi Pasarnya
-
Setelah Terkoreksi Pi Network Mulai Kembali Melaju Naik, Dalam Sepekan Naik 4,7 Persen
-
Harga Coin Pi Network Naik Stabil dalam 24 Jam, Kapitalisasi 4,52 Miliar Dolar AS
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor
-
Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat
-
Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
-
Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
-
Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama