- Indofood mengumumkan kinerja keuangan yang solid untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025.
- Perseroan berhasil mencatat kenaikan signifikan dalam aktivitas penjualan dan profitabilitas operasionalnya.
- Produsen Indomie ini melaporkan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 5%, dari Rp86,94 triliun pada tahun lalu menjadi Rp90,98 triliun di periode yang sama tahun 2025.
Suara.com - Raksasa makanan dan minuman, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), sekali lagi membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Indofood mengumumkan kinerja keuangan yang solid untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025.
Berdasarkan siaran pers yang dirilis Jumat (31/10/2025), Perseroan berhasil mencatat kenaikan signifikan dalam aktivitas penjualan dan profitabilitas operasionalnya.
Produsen Indomie ini melaporkan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 5%, dari Rp86,94 triliun pada tahun lalu menjadi Rp90,98 triliun di periode yang sama tahun 2025. Laba usaha naik impresif sebesar 12%, mencapai Rp18,10 triliun (dari Rp16,09 triliun) dan marjin laba usaha juga menguat, dari 18,5% menjadi 19,9%.
Meskipun kinerja operasional inti menunjukkan kekuatan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 10% menjadi Rp7,88 triliun (dari Rp8,76 triliun). Penurunan ini secara spesifik disebabkan oleh satu faktor eksternal utama: depresiasi Rupiah yang memicu kerugian selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan Perseroan.
Namun, untuk menilai performa bisnis inti, Indofood mencatatkan Core Profit (Laba Inti) yang mencerminkan kinerja operasional sebenarnya, yang berhasil naik tipis 1% menjadi Rp8,42 triliun (dari Rp8,30 triliun), menegaskan bahwa kegiatan utama bisnis makanan tetap berjalan positif.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, menyatakan optimisme terhadap model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.
“Di periode sembilan bulan tahun ini, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerja yang positif, didukung model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal. Kami akan tetap fokus dalam menghasilkan pertumbuhan secara organik, serta menjaga keseimbangan pangsa pasar dengan profitabilitas dan neraca yang sehat,” jelas Anthoni Salim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis