Keluarga Salim diperkirakan memiliki aset properti melalui Intiland dengan nilai multi-triliun rupiah dan ribuan hektar lahan, terutama untuk pengembangan kawasan industri.
Salah satu perusahaanya yakni PT Intiland Development Tbk (DILD) memiliki landbank mencapai 2.000 hektar pada 2024.
3. Sinar Mas Land (Keluarga Widjaja)
Di bawah bendera Sinar Mas Land, keluarga Widjaja dikenal sebagai pengembang kota mandiri modern seperti BSD City dan Kota Deltamas. Dengan ribuan hektar lahan strategis di Jabodetabek dan kota-kota lain, Sinar Mas Land mengembangkan perumahan, apartemen, kawasan komersial, perkantoran, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan. Nilai aset properti yang dikelola Sinar Mas Land diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, dengan kepemilikan lahan yang sangat luas.
Berdasarkan data Sinar Mas Land diperkirakan memiliki landbank seluas sekitar 10.000 hektar. Lahan ini digunakan untuk berbagai proyek pengembangan kota, township, permukiman, komersial, kawasan ritel, kawasan industri, dan properti perhotelan, termasuk jasa terkait properti.
4. Agung Podomoro Land (Trihatma Haliman & Keluarga)
Agung Podomoro Land di bawah kepemimpinan Trihatma Haliman dan keluarga dikenal sebagai salah satu pionir pengembangan apartemen dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dengan portofolio yang mencakup proyek residensial vertikal, pusat perbelanjaan ikonik seperti Central Park dan Senayan City (kepemilikan saham), serta kawasan komersial, APL memiliki aset properti dengan nilai puluhan triliun rupiah. Meskipun luas lahan secara keseluruhan tidak dipublikasikan, mereka memiliki sejumlah lokasi strategis di pusat-pusat pertumbuhan dengan luas mencapai 1.000 hektar.
5. Lippo Group (Mochtar Riady & Keluarga): Ekspansi Agresif dan Diversifikasi
Lippo Group, yang didirikan oleh Mochtar Riady dan kini diteruskan oleh generasi berikutnya, memiliki jejak properti yang luas dan terdiversifikasi, mulai dari kota mandiri (Lippo Village dan Meikarta), pusat perbelanjaan (Lippo Malls), rumah sakit (Siloam Hospitals), hingga kawasan industri. Dengan ekspansi yang agresif ke berbagai wilayah, Lippo Group diperkirakan mengelola aset properti dengan nilai puluhan triliun rupiah dan memiliki ribuan hektar lahan untuk pengembangan.
Baca Juga: Nusron Wahid Ungkap Sosok Satu Keluarga Kuasai 1,8 Juta Hektar Tanah di Indonesia
Salah satu perusahaanya adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menguasai lahan seluas 1.411 hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.
6. Pakuwon Jati (Teddy Tjandra & Keluarga)
Berbasis di Surabaya, Pakuwon Jati di bawah kepemimpinan Teddy Tjandra dan keluarga mendominasi pasar properti Jawa Timur dengan proyek-proyek superblok yang menggabungkan pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel. Mereka juga melakukan ekspansi signifikan ke Jakarta dengan proyek-proyek skala besar. Kepemilikan properti Pakuwon Jati diperkirakan memiliki nilai triliunan rupiah. Luas landbank Pakuwon Jati saat ini adalah 480 hektar, yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Batam.
7. Agung Sedayu Group (Sugianto Kusuma/Aguan & Keluarga)
Meskipun cenderung low profile, Agung Sedayu Group di bawah kepemimpinan Sugianto Kusuma (Aguan) merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka dikenal dengan proyek-proyek skala besar seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Sedayu City.
Agung Sedayu Group memiliki landbank yang sangat luas, mencapai 35.000 hektar yang akan dikembangkan untuk PIK2 hingga PIK 11. PIK2 sendiri memiliki landbank seluas 1.850 hektar.
8. Summarecon Agung (Soetjipto Nagaria & Keluarga)
Summarecon Agung dikenal dengan pengembangan kawasan terpadu yang berkelanjutan seperti Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, dan Summarecon Bandung. Summarecon Agung memiliki landbank dengan luas 2.137 hektar. Lahan ini digunakan untuk pengembangan berbagai proyek, termasuk kota terpadu dan pusat perbelanjaan.
9. Metropolitan Land (Keluarga Tedjasukmana)
Metropolitan Land (Metland) fokus pada pengembangan kawasan hunian berkualitas di wilayah Jabodetabek, termasuk proyek-proyek seperti Metland Menteng dan Metland Transyogi. Meskipun skala bisnisnya mungkin tidak sebesar beberapa nama di atas, Metland memiliki portofolio properti yang solid. Metropolitan Land sendiri memiliki total land bank sekitar 940 hektar per September 2024. Lahan ini tersebar di berbagai proyek yang dikembangkan oleh perusahaan.
(Catatan Penting: Daftar ini disusun berdasarkan reputasi, skala bisnis perusahaan yang mereka pimpin atau miliki, dan perkiraan aset properti yang dikelola. Angka kekayaan pribadi dan detail kepemilikan tanah sangat sulit diverifikasi secara publik data-data ini diambil dari keterbukaan informasi publik)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya