Suara.com - Transformasi digital di sektor logistik semakin tak terhindarkan. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memangkas biaya logistik secara signifikan.
forwarder.ai, perusahaan ekosistem digital logistik, mulai mengembangkan sistem yang menggunakan AI untuk mengurangi ongkos logistik. Terdapa dua sistem yaitu, Forwarder Scalable Intelligence System (Forsis) dan Forwarder Data Exchange (Fordex).
Kedua produk ini saling melengkapi dan dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama dalam aktivitas logistik: visibilitas, proses manual, dan keterpisahan aktivitas pelanggan.
"Kalau proses manual, perusahaan logistik menengah ke bawah, dia enggak punya sistem, ujung-ujungnya manual juga, booking manual segala macam, akhirnya visibility-nya juga berkurang gitu. Jadi kami coba perbaiki atau coba ditambahkan yang diinginkan apa," ujar Ferna Arga Wijaya, Chief Operations Officer forwarder.ai di Jakarta seperti yang dikutip, Rabu (7/5/2025).
Forsis hadir sebagai solusi transportation management system (TMS) berbasis mini ERP yang mencakup seluruh aktivitas logistik—baik darat, laut, maupun udara. Dari pengelolaan database pelanggan hingga penerbitan invoice, seluruh proses terotomatisasi. Yang membedakan Forsis dari TMS lain adalah pemanfaatan AI untuk optimalisasi rute perjalanan dan fitur helpdesk otomatis.
Integrasi ini semakin kuat dengan kehadiran Fordex, sistem Application Programming Interface (API) yang memungkinkan pertukaran data antar sistem berbeda. Dengan Fordex, pelanggan dapat menghubungkan sistem internal mereka ke dashboard utama milik forwarder.ai, termasuk ke sistem lokapasar yang dimiliki.
Tidak hanya mempermudah operasional, Forsis dan Fordex juga API-ready untuk sistem pembayaran digital, sehingga proses pembayaran dapat dilakukan secara langsung tanpa perlu transfer manual.
Efisiensi operasional menjadi nilai jual utama kedua produk ini. Menurut Ferna, pemanfaatan AI memungkinkan rute pengiriman disesuaikan secara real-time untuk hasil yang paling ekonomis dan efisien.
"Nah, dari pricing yang pelanggan ini mau, pengguna Forsis ya ketika dia jual, dia akan mempertimbangkan hal itu. Biayanya berapa persen? Mungkin 20-30 persen dari biaya operasional mereka akan lebih murah ya," jelasnya.
Baca Juga: KAI Logistik Dorong Inisiatif Peralihan Moda Angkutan Barang dari Truk ke Kereta Api
Senada dengan itu, Stephanus Sugiharto, CEO forwarder.ai, menjelaskan bahwa produk ini sangat cocok digunakan untuk kebutuhan logistik multimoda antar pulau. Dengan memanfaatkan jaringan kontainer milik forwarder.ai yang memiliki harga kompetitif, pelanggan bisa menikmati efisiensi biaya secara door-to-door.
"Nah, karena kami sudah mempunyai ekosistem pengiriman via container misalkan dengan harganya kompetitif, dari sana bisa langsung ada dampak efisiensinya secara cost door-to-door. Ya mungkin bisa dikatakan 15-20 persen efisiensinya," imbuh dia.
Dari sisi keamanan data, forwarder.ai juga memprioritaskan perlindungan privasi dengan perjanjian kerahasiaan (NDA) yang ditandatangani bersama sebelum integrasi dilakukan. Sistem ini juga menawarkan nilai tambah berupa analisis data dan saran rute logistik optimal berdasarkan pengalaman dan ekosistem yang mereka miliki.
forwarder.ai lanjutnya, menawarkan kompetensi berupa informasi yang dimiliki sebagai suatu ekosistem logistik dan dapat menyarankannya kepada pelanggan.
"Mungkin mudahnya begini, paling tidak, kami mau menjadi satu platform logistik, yang kompeten dan terpercaya. Kami bisa benar-benar menyajikan rute apa yang paling optimal, dengan pilihan pelayaran terbaik menurut kami, dan pengalaman kami, yang bisa kami sampaikan ini ke calon pengguna jasa," tutur Stephanus.
Prinsip keterbukaan juga menjadi landasan utama forwarder.ai. Pengguna dapat melihat langsung harga pengiriman secara transparan, dan pendekatan ini ternyata membuka peluang kolaborasi baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
Terkini
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Pertemuan Singkat dengan Kakak Putih Biru, Awal Perubahan Besar Ibu Murni
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi
-
Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak
-
Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I
-
Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral
-
Menteri Bahlil Cs Dilantik Jadi DEN, HKI Soroti Kepastian Energi Hijau