Suara.com - Harga Pi Network (Pi Coin) mengalami penurunan tajam sejak peluncuran mainnet pada Februari 2025. Dari semula sekitar USD3, harga koin ini kini terperosok ke level USD0,635.
Kemerosotan Pi Network juga membuat valuasi proyek kripto ini anjlok dari lebih dari USD15 miliar menjadi USD4 miliar. Kerugian besar pun dirasakan oleh para pionir dan investor yang sejak awal menaruh harapan pada proyek ini.
Seperti dilansir dari Invezz, kendati begitu, sejumlah analis dan pengamat pasar mulai melihat potensi kebangkitan harga Pi Network dalam waktu dekat. Alasan pertama, menjelang pengumuman besar yang akan dilakukan oleh tim pengembang pada Selasa, 14 Mei 2025, dalam acara bergengsi Consensus 2025 di Toronto, Kanada.
"Pengumuman ekosistem Pi akan dirilis pada tanggal 14 Mei. Saksikan untuk mengetahui apa yang akan hadir berikutnya!" ungkap tim Pi Network dalam pernyataan resminya, seperti dikutip, Kamis (8/5/2025).
Meskipun belum ada kejelasan terkait isi pengumuman tersebut, spekulasi mulai beredar di komunitas kripto. Salah satu kemungkinan besar adalah pengumuman pendanaan ekosistem, seperti yang telah dilakukan oleh sejumlah proyek kripto besar lainnya.
Pendanaan ini akan menjadi dorongan signifikan bagi para pengembang untuk membangun dan memperluas aplikasi di jaringan Pi.
Alasa kedua, pencatatan Pi Coin di bursa kripto utama. HTX, salah satu bursa besar, disebut-sebut memberi isyarat ke arah itu melalui serangkaian unggahan misterius di platform media sosial X.
Pencatatan ini semakin masuk akal karena pendiri Pi Network hadir dalam acara Token2049 minggu lalu, di mana Justin Sun, penasihat utama HTX, juga menjadi pembicara utama. Sun dijadwalkan kembali berbicara di Consensus pekan depan.
Selain itu, kemitraan strategis dengan pemain besar di sektor kripto atau keuangan digital juga menjadi kemungkinan dalam pengumuman mendatang. Jika terealisasi, kemitraan ini akan menjadi katalis penting bagi penguatan harga Pi Coin.
Baca Juga: Meski Harga Turun, Pi Network Masuk Deretan Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
Meski demikian, sejumlah bursa masih berhati-hati terhadap Pi Coin karena beberapa faktor. Di antaranya adalah struktur tokenomik yang dinilai terlalu menguntungkan pihak internal, serta tingkat likuiditas rendah dengan volume perdagangan harian di bawah USD100 juta, menurut data dari CoinMarketCap.
Bahkan, bursa seperti Bybit secara terbuka menyebut Pi sebagai proyek yang "mencurigakan" dan berkomitmen untuk tidak mendaftarkannya.
Tingkat sentralisasi juga menjadi sorotan, mengingat lebih dari 35 miliar token dari total 100 miliar berada di tangan pihak internal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kontrol harga dan distribusi yang tidak merata.
Namun, seiring membaiknya sentimen dan upaya pengembang dalam memenuhi proses Know Your Business (KYB) di bursa besar, harapan pencatatan di bursa tingkat atas tetap terbuka.
Secara teknikal, Pi Coin menunjukkan tanda-tanda pergerakan signifikan. Setelah berada dalam fase konsolidasi selama beberapa pekan, grafik harga menunjukkan pola akumulasi dalam kerangka Teori Wyckoff.
Fase ini ditandai dengan pergerakan harga menyamping dan volume rendah, yang biasanya menjadi awal dari fase markup atau lonjakan harga parabola yang didorong oleh Fear of Missing Out (FOMO).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan