Suara.com - Harga aset kripto Pi Network (PI) terus menurun tajam hingga menuju level terendah. Hal ini mencerminkan kekhawatiran serius pasar terhadap struktur dan risiko fundamental proyek ini.
Seperti dilansir dari Cryptonews, Senin, 19 Mei 2025, kekinian, koin Pi diperdagangkan di level USD0,7040, setelah merosot lebih dari 57 persen dari titik tertingginya dalam seminggu terakhir di USD 1,6673.
Penurunan ini membuat turunnya kapitalisasi pasar Pi sekitar USD 6 miliar, yang sebelumnya berada di kisaran USD 11 miliar dan kini hanya tersisa sekitar USD 5 miliar.
Penurunan tajam ini terjadi di tengah volume perdagangan yang cukup besar, menandakan tekanan jual yang kuat dan meningkatnya ketidakpastian di antara para pemegang koin.
Secara teknikal, grafik delapan jam menunjukkan bahwa Pi Coin telah menembus level support utama di USD 0,7760 level yang sebelumnya terbentuk sebagai ayunan tertinggi pada 12 April. Tekanan jual yang berlanjut menghapus potensi pembentukan pola bullish break-and-retest yang diantisipasi sebelumnya.
Selain itu, indikator teknikal seperti rata-rata pergerakan periode 25 menunjukkan tren bearish yang semakin menguat. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga bergerak turun dan berada di bawah level 50, memperkuat sinyal negatif yang membayangi harga Pi saat ini.
Salah satu risiko utama yang membebani Pi Network adalah masalah sentralisasi yang signifikan. Data dari CoinMarketCap mengungkapkan bahwa Pi memiliki total pasokan maksimum 100 miliar koin, dengan 7,15 miliar koin yang saat ini beredar.
Namun, semua 100 miliar koin tersebut telah ditambang sebelumnya (pre-mined) dan disimpan dalam dompet yang dikontrol sepenuhnya oleh Pi Foundation.
Situasi ini menciptakan risiko besar bagi komunitas karena mayoritas koin berada dalam kontrol entitas tunggal, tanpa pengawasan eksternal. Masalah diperparah oleh kurangnya transparansi, keanggotaan Pi Foundation belum dipublikasikan secara terbuka, dan tidak ada perwakilan komunitas yang memiliki masukan dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Harga Pi Network Meluncur Turun yang Kini di Bawah USD 1
Ada pula kekhawatiran bahwa jika seorang peretas atau orang dalam berhasil mengakses dompet utama Pi Foundation, mereka dapat membuang token secara besar-besaran ke pasar.
Selain itu, hingga kini, Pi Foundation tidak tunduk pada audit independen yang dapat memverifikasi jumlah koin yang diklaim dimilikinya yang diperkirakan bernilai USD 70 miliar.
Kekhawatiran terhadap sentralisasi dan kurangnya transparansi ini menjadi alasan utama mengapa bursa-bursa kripto besar seperti Binance dan Coinbase masih menolak mencantumkan Pi Network, meskipun sudah tiga bulan berlalu sejak peluncuran mainnet-nya.
Selain itu, tekanan harga juga datang dari jadwal distribusi token yang agresif. Saat ini, jutaan token Pi terus diluncurkan ke pasar setiap bulan.
Diperkirakan sebanyak 1,48 miliar token akan dibuka dalam 12 bulan ke depan, dengan miliaran lainnya akan menyusul dalam beberapa tahun ke depan. Aliran token yang konstan ini menambah tekanan jual dan memperparah ketidakstabilan harga di pasar sekunder.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren harga Pi Network masih negatif. Setelah gagal mempertahankan level support di USD 0,7760 dan saat ini berada di sekitar USD 0,6980, para analis memperkirakan harga bisa turun lebih lanjut ke level support di USD 0,6.
Level ini bertepatan dengan garis tren naik yang menghubungkan ayunan terendah sejak 7 April.
Jika harga menembus di bawah USD 0,6, maka target berikutnya adalah USD 0,40, yang akan menandai penurunan signifikan lainnya dan menghapus lebih banyak nilai dari kapitalisasi pasar Pi Network.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
-
51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang
-
Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza
-
Rekam Jejak Kuntadi, 'Algojo' Kasus Timah Harvey Moeis Kini Jadi Calon Kuat Jampidsus
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia
-
Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum
-
Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online
-
Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah
-
Putra Surakarta Siap Berlaga di Piala Soeratin Jateng, Turunkan Tim di Tiga Kelompok Usia