Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berhasil rebound menguat pada perdagangan Senin, 19 Mei 2025. Hal ini setelah pada pagi hari sempat masuk zona merah.
Mengutip data RTI Business, IHSG ditutup di zona hijau ke level 7.141 atau naik 34,56 poin, secara presentase naik 0,49 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 25,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp14,72 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,43 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 409 saham bergerak naik, sedangkan 225 saham mengalami penurunan, dan 173 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, ERTX, COCO, TOBA, BMTR, MSIN, SRTG, SMDR, BEEF, ELSA, PRIM, ADRO, MDKA, HRTA, AADI.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, KOPI, DKHH, MAPA, TAYS, VKTR, LABA, ITMA, LMPI, CMNT, INET, DKFT, FUTR, CUAN.
Sesuai Proyeksi
diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/5). Pada jelang akhir pekan lalu IHSG ditutup naik sebesar 0,94 persen disertai dengan aksi beli bersih investor asing (net buy) mencapai sekitar Rp810 miliar.
Penguatan ini terutama ditopang oleh sentimen positif dari pasar global serta optimisme terhadap perbaikan pertumbuhan ekonomi di China.
Baca Juga: Muhammadiyah dan BSI Rujuk?
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 7.150.
"Kinerja bursa global yang positif, khususnya Wall Street, serta optimisme terhadap perbaikan ekonomi China memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham domestik. Kami melihat adanya potensi penguatan lanjutan dengan target teknikal di 7.150 dan resistance berikutnya di 7.200. Sementara itu, area support berada di kisaran 7.000–7.050," ujar Fanny dalam riset hariannya seperti dikutip, Senin (19/5/2025).
Sinyal penguatan juga terlihat dari aksi beli investor asing yang cukup besar di saham-saham unggulan seperti BMRI, GOTO, ANTM, TLKM, dan BBCA.
Sementara itu, sentimen eksternal turut memberikan pengaruh signifikan terhadap arah pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melesat pada Jumat pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan yang solid.
Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,70 persen, Nasdaq Composite naik 0,52 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,78 persen. Secara mingguan, Nasdaq mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 7,2 persen, didorong lonjakan saham teknologi seperti Nvidia (+16 persen), Meta Platforms (+8 persen), Apple (+6 persen), dan Microsoft (+3 persen).
Kinerja positif tersebut terjadi meski data sentimen konsumen dari University of Michigan menunjukkan pelemahan, dengan indeks berada di posisi terendah kedua sepanjang sejarah, serta ekspektasi inflasi setahun ke depan meningkat menjadi 7,3 persen dari 6,5 persen bulan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
-
Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
-
Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026