Suara.com - Dalam ekosistem keuangan Indonesia yang terus berevolusi, kebutuhan akan akses pembiayaan yang mudah dan cepat menjadi semakin mendesak bagi individu maupun pelaku usaha. Di tengah persaingan ketat, nama Indodana semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai platform pinjaman online (pinjol) namun kini juga sebagai entitas multifinance.
Ketika berbicara tentang Indodana, penting untuk memahami bahwa Indodana adalah platform pembiayaan yang disediakan oleh PT Indodana Multi Finance (sebelumnya bernama PT Triprima Multifinance). Indodana Finance memberikan layanan pembiayaan berupa Indodana Paylater dan layanan co-branding seperti BliBli dan Tiket PayLater sebagai solusi keuangan untuk membantu masyarakat Indonesia.
Profil Direksi PT Indodana Multi Finance
Dalam industri teknologi finansial (fintech) yang dinamis, keberhasilan sebuah platform tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk atau besaran investasi, tetapi juga oleh kepemimpinan yang kuat dan visioner. Indodana, sebagai salah satu platform pinjaman digital terkemuka di Indonesia, tentu memiliki tim direksi yang mumpuni dalam menahkodai operasionalnya. Berikut jajaran direksi Indodana yang dikutip dari website resmi Indodana:
Andhy Koesnandar: menjabat sebagai Komisaris Utama PT Indodana Multi Finance. Pria kelahiran Surabaya ini meraih gelar sarjana Ilmu Komputer dan Matematika dari Nebraska University, gelar master Ilmu Komputer dari Nebraska University, dan gelar master Administrasi Bisnis dari Washington University. Sebagai Komisaris Utama PT Indodana Multi Finance, Andhy bertugas melakukan pengawasan dan mengevaluasi kinerja Direksi serta memberikan rekomendasi kepada Direksi.
A. Santoso: menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Indodana Multi Finance. Memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Akuntansi dari Universitas Widya Karya, beliau memiliki pengalaman luas di bidang Industri Keuangan Non Bank. Dengan latar belakang profesional yang kuat, ia telah menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan Multi Finance selama lebih dari 25 tahun.
Iwan Dewanto: menjabat sebagai Direktur IT & Operations di PT Indodana Multi Finance. Memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi Manajemen dari Universitas Islam Indonesia dan Magister Manajemen (MM) dari Universitas Gajah Mada. Iwan Dewanto memiliki pengalaman profesional perbankan yang luas di Bank BNI yang meliputi bidang pembiayaan kredit korporasi, teknologi informasi, operation dan bisnis kartu kredit.
Mira Wibowo: menjabat sebagai Direktur Utama di PT Indodana Multi Finance. Memiliki latar belakang pendidikan Sarjana di bidang Ekonomi Manajemen dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang Industri Keuangan.
Mirna Florita: menjabat sebagai Direktur Compliance & HR di PT Indodana Multi Finance. Memiliki latar belakang pendidikan Sarjana di bidang Ekonomi Akuntansi dari Universitas Nasional Jakarta. Mirna Florita memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Industri Keuangan, termasuk menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Triprima Multifinance.
Baca Juga: KUR BRI 2025 Ditolak? Simak 6 Tips Ini Biar Lolos Kredit, Pelaku UMKM Wajib Tahu!
Memahami Plafon Pinjaman Indodana: Fleksibilitas untuk Kebutuhan Beragam
Salah satu pertanyaan krusial bagi calon peminjam adalah mengenai berapa besar pinjaman yang bisa didapatkan (plafon). Indodana menawarkan beragam produk pinjaman dengan plafon yang bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko peminjam.
Indodana dikenal memiliki rentang plafon pinjaman yang cukup fleksibel, mulai dari nominal kecil hingga menengah. Umumnya, plafon pinjaman Indodana berkisar:
- Pinjaman Kecil: Untuk kebutuhan darurat atau mendesak, Indodana seringkali menawarkan pinjaman mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.000.000. Plafon ini seringkali tersedia untuk peminjam baru dengan riwayat kredit yang belum teruji.
- Pinjaman Menengah: Bagi peminjam dengan riwayat kredit yang baik dan memenuhi kriteria tertentu, plafon bisa meningkat signifikan, mencapai Rp5.000.000, Rp8.000.000, bahkan hingga Rp12.000.000 atau lebih. Kenaikan plafon ini seringkali didasarkan pada skor kredit peminjam, penghasilan, dan kemampuan pembayaran.
- Indodana PayLater: Selain pinjaman tunai, Indodana juga memiliki fitur PayLater yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja di berbagai merchant online maupun offline dengan metode cicilan. Plafon PayLater ini juga bervariasi tergantung pada evaluasi kredit pengguna, seringkali mencapai jutaan Rupiah.
Penting untuk diingat bahwa plafon yang disetujui untuk setiap individu akan berbeda-beda. Indodana menggunakan algoritma dan analisis data yang canggih untuk menilai kelayakan kredit pemohon. Faktor-faktor seperti pendapatan bulanan, pekerjaan, riwayat kredit (misalnya, melalui SLIK OJK), dan data lainnya akan sangat memengaruhi plafon yang dapat diberikan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
BRI Ceria: Bocoran Limit Awal dan Cara Mendapatkannya
-
OJK Panggil Rupiah Cepat Usai Viral Ditransfer Dana Pinjol Tanpa Mengajukan
-
4 Film dan Series Indonesia yang Angkat Tema tentang Bahaya Pinjol, Apa Saja?
-
Viral Pinjol Rupiah Cepat Paksa Nasabah Bayar Cicilan Meski Jadi Korban Penipuan
-
Pinjol Kirim Uang Tanpa Izin, OJK Minta Klarifikasi dari Rupiah Cepat
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia