Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin, 26 Mei 2025, diproyeksikan melanjutkan tren penguatan.
Pada perdagangan Jumat pekan kemarin, setelah IHSG ditutup naik sebesar 0,66 persen didukung aksi beli investor asing yang mencatatkan net buy sebesar Rp 514 miliar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, potensi penguatan IHSG hari ini ditopang oleh sentimen eksternal, khususnya pelemahan dolar AS yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap ancaman tarif dari mantan Presiden Donald Trump.
"Pasar global kembali diguncang ketidakpastian setelah Donald Trump menyatakan dukungan atas tarif sebesar 50 persen untuk barang-barang asal Eropa. Ini membuat pelaku pasar cemas dan berdampak pada pelemahan dolar, yang secara teknikal memberikan ruang bagi penguatan pasar saham emerging market seperti Indonesia," ujar Fanny dalam riset hariannya pada Senin 26 Mei 2026.
Fanny menuturkan, pergerakan IHSG juga mendapat sentimen positif dari bursa Asia Pasifik yang mayoritas menguat di tengah evaluasi data ekonomi regional.
Di Jepang, inflasi inti meningkat menjadi 3,5 persen pada April, dan menjadi perhatian utama bagi Bank of Japan dalam mempertimbangkan arah suku bunga ke depan.
"Penguatan indeks regional seperti Nikkei dan Hang Seng memberi sinyal bahwa investor di Asia mulai beradaptasi dengan data ekonomi dan ancaman tarif, serta kembali melakukan akumulasi saham," imbuh Fanny.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada pada tren penguatan dengan support di level 7.150 hingga 7.200 dan resistance di kisaran 7.250 hingga 7270.
Dengan kondisi tersebut, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan (trading ideas) untuk hari ini, yang dinilai memiliki potensi teknikal cukup menarik:
Baca Juga: Pasar Asia Perkasa, IHSG Diprediksi Kembali Menguat Awal Pekan Ini
- PSAB
- BRIS
- ADRO
- PGAS
- MDKA
- CUAN
Sementara itu, dari pasar global, Wall Street ditutup melemah pada Jumat lalu pada 23 Mei 2025 dengan Dow Jones turun 0,61 persen, S&P 500 turun 0,67 persen, dan Nasdaq melemah 1 persen.
Ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa menjadi katalis negatif utama, setelah Trump menyatakan bahwa tawaran dagang dari UE belum cukup baik dan mendorong tarif baru untuk "menyalakan api" dalam negosiasi.
Sejumlah saham teknologi besar seperti Amazon, Nvidia, dan Meta tercatat turun lebih dari 1 persen, sementara Tesla turun 0,5 persen dan Nike anjlok 2,1 persen.
Saham Deckers Outdoor bahkan melemah hampir 20 persen usai memberikan proyeksi penjualan kuartal pertama di bawah ekspektasi.
Fanny menilai, meski risiko eksternal meningkat, pasar domestik masih memiliki ruang untuk bergerak positif, terutama jika didukung oleh arus masuk dana asing dan meredanya tekanan dari pasar global.
"Kami melihat momentum teknikal masih cukup sehat untuk IHSG, dengan peluang penguatan lanjutan, selama tidak ada tekanan signifikan dari sisi global. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh investor jangka pendek maupun swing trader," pungkas Fanny.
Berita Terkait
-
Kekayaan Djoko Susanto, Juragan Alfamart yang Beringas Borong Saham Lawson!
-
Saham BRIS Tertekan Usai Kabar Sunarso jadi Kandidat Utama Dirut BSI
-
Sunarso Jadi Kandidat Kuat Dirut BSI, Sore Ini Dikukuhkan
-
IHSG Lanjutkan Penguatan di Jumat Pagi, Ini Deretan Saham Pendorongnya
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Reli Penguatan Hingga ke Level 7.100, Cek Saham-saham Cuan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik