Suara.com - PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) kembali mendapat proyek strategis nasional dengan membangun infrastruktur air bersih di Riau. Proyek ini dikerjakan oleh dua cucu perusahaan, yakni PT PP Tirta Madani dan PT PP Tirta Riau.
Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, mengatakan, perseroan tidak hanya sebatas membangun infrastruktur besar seperti Rumah Sakit UPT Vertikal Riau, tetapi juga menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.
"Di wilayah Pekanbaru Riau, PTPP tidak hanya membangun RS UPT Vertikal saja. Namun PTPP juga hadir untuk masyarakat Pekanbaru dalam lini bisnis pengolahan air bersih yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya," ujarnya dalam keterbukaan informasi seperti yang dikutip, Rabu (18/6/2025).
Untuk diketahui, dua cucu perusahaan itu hadir sebagai penyedia solusi pengolahan dan distribusi air minum yang berkualitas bagi masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya. PT PP Tirta Madani telah beroperasi sejak 2021 dan bekerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Siak, dengan kapasitas pengolahan sebesar 750 liter per detik, dan saat ini kapasitas terpasang mencapai 500 liter per detik.
Sementara itu, PT PP Tirta Riau memperluas cakupan layanan ke wilayah Riau lainnya, bekerja sama dengan PDAM Tirta Siak dan PDAM Tirta Kampar, dengan kapasitas produksi 500 liter per detik dari total kapasitas terpasang sebesar 1.000 liter per detik.
Peningkatan layanan air minum ini tidak hanya dilakukan melalui penggantian pipa-pipa lama dengan pipa standar food grade dan peningkatan instalasi pengolahan air, namun juga melalui penerapan sistem District Meter Area (DMA).
Sistem ini dirancang agar gangguan pada jaringan air hanya berdampak secara terbatas di wilayah tertentu. Saat ini, pembangunan jaringan pipa dengan sistem DMA mencakup 54 area yang dikelola oleh PT PP Tirta Madani dan PT PP Tirta Riau. Ini menjadi inovasi pertama dalam 51 tahun berdirinya Perumda Air Minum Tirta Siak di Pekanbaru.
Kehadiran kedua entitas ini memberikan dampak nyata, khususnya dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru, sebanyak 453.864 jiwa di 10 kecamatan kini telah mendapatkan akses terhadap layanan air bersih dari kedua anak usaha PTPP tersebut.
Kekinian, sekitar 10.000 sambungan rumah telah menerima manfaat dari air minum perpipaan yang memenuhi standar kualitas berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: COO Danantara Ungkap Borok BUMN Hingga Bisa Gulung Tikar
Bangun Rumah Sakit
PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 663,2 miliar membangun Konstruksi Fisik dan Bangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Riau. Pelaksanaan kontrak dan pembagunan ini dilaksanakan selama 600 hari kalender.
Proyek ini bertujuan memperkuat sistem layanan kesehatan di Riau dan kawasan Sumatera secara keseluruhan. Rumah sakit ini dirancang sebagai fasilitas unggulan untuk menangani penyakit berat seperti gangguan otak, jantung, dan uronefrologi.
Dengan dibangunnya RS ini, masyarakat Riau tidak perlu lagi berobat ke luar negeri atau kota besar lain, sehingga menekan beban ekonomi dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan,aspek layanan sangat penting dan menjadi indikator baik atau tidaknya layanan rumah sakit tersebut.
"Kita harus membangun rumah sakit terbaik dengan fasilitas modern. RS ini harus menjadi pusat layanan unggulan, tidak hanya untuk jantung, stroke, dan ginjal, tetapi juga harus mengutamakan penanganan kanker," kata Menkes.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan