Suara.com - Bank Rakyat Indonesia kembali menegaskan dedikasinya terhadap pemulihan ekosistem lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan mereka, BRI Menanam Grow and Green. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga pada penciptaan pertumbuhan berkelanjutan yang mampu mengatasi dampak perubahan iklim secara nyata.
Program BRI Menanam Grow and Green telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam upaya pemulihan ekosistem, baik di darat maupun di laut. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen BRI untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis ESG. Melalui berbagai aktivitas, program ini berfungsi sebagai platform untuk melestarikan lingkungan, menyerap emisi karbon, memberdayakan komunitas lokal, serta meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Secara khusus, program BRI Menanam Grow and Green dibagi menjadi empat pilar utama yang saling melengkapi. Pertama, Grow and Green Reforestation, berfokus pada aktivitas penanaman pohon di lahan-lahan kritis, dengan prioritas pada jenis pohon produktif yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Kedua, Grow and Green Coral Reef, sebuah inisiatif vital yang melibatkan transplantasi terumbu karang untuk meningkatkan tutupan karang, yang berperan penting sebagai habitat bagi beragam biota laut dan menjaga keseimbangan ekosistem bawah laut.
Ketiga, Grow and Green Mangrove, yaitu kegiatan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove serta penanaman cemara laut. Program ini merupakan bagian integral dari upaya restorasi daerah pesisir di Indonesia, yang sangat krusial dalam mitigasi abrasi dan menjaga keanekaragaman hayati pesisir. Keempat, Grow and Green Biodiversity, yang mencakup aktivitas penanaman pohon endemik dan konservasi satwa yang dilindungi, menegaskan komitmen BRI terhadap pelestarian keanekaragaman hayati asli Indonesia. Hendy Bernadi menegaskan bahwa keseluruhan program ini secara nyata berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Program BRI Menanam Grow and Green mengusung tiga nilai inti yang saling terintegrasi: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dari aspek sosial, program ini memberikan pemberdayaan signifikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, khususnya kelompok tani.
Secara ekonomi, inisiatif ini membantu meningkatkan pendapatan kelompok tani melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan penanaman, perawatan, dan pendataan tanaman. Aspek lingkungan tercermin jelas dari upaya restorasi ekosistem, penyerapan karbon, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program ini telah merambah ke 17 titik di berbagai wilayah Indonesia, menunjukkan jangkauan dan dampak yang luas.
Capaian program ini hingga saat ini sangat mengesankan, antara lain berhasil menanam 70.300 tanaman produktif yang memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Di sektor kelautan, BRI telah berhasil mentransplantasikan 5.430 fragmen karang di area seluas 0,45 hektare dan merestorasi 3.000 tegakan lamun di area 625 meter persegi. Selain itu, upaya rehabilitasi kawasan hutan dan pesisir telah mencakup area seluas 306,75 hektare. Secara signifikan, program ini juga telah berkontribusi terhadap serapan karbon sebesar 53 ton COe per tahun, serta cadangan karbon sebesar 14 ton COe, menunjukkan peran aktif BRI dalam mitigasi perubahan iklim.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, program ini juga memberikan dampak positif yang besar pada aspek sosial. BRI Menanam Grow and Green telah melibatkan dan memberdayakan 29 kelompok masyarakat, yang terdiri dari Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Melalui program ini, anggota kelompok-kelompok tersebut mendapatkan berbagai manfaat pelatihan, seperti pelatihan selam dan pemandu wisata selam, budidaya ikan ramah lingkungan, serta pelatihan pengelolaan ekosistem terumbu karang.
Hingga bulan Mei 2025, komitmen BRI terhadap pemberdayaan masyarakat ini telah membuahkan hasil nyata berupa 39 sertifikasi di bidang kelautan yang berhasil diraih oleh anggota kelompok masyarakat yang terlibat. Jenis sertifikasi yang diperoleh sangat beragam dan relevan, meliputi Open Water/One Star Scuba Diver, Reef Check EcoDiver, Rescue Diver, One Star Instructor, dan Pemandu Wisata Selam. Pencapaian ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Dalam pelaksanaannya, BRI secara konsisten berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal, menunjukkan pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan dalam setiap inisiatifnya. Program ini merupakan inisiatif jangka panjang yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya untuk memastikan dampak yang maksimal.
Baca Juga: 3 Faktor yang Bisa Membuat Rafael Struick Kesulitan Bersinar jika Main di BRI Liga 1
Secara spesifik, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, BRI mengambil langkah proaktif dengan menggandeng generasi muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. Fokus kegiatan kali ini adalah di wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di Mamuju, program BRI Menanam Grow and Green melibatkan siswa/i SMA Negeri 1 Mamuju dan mahasiswa pencinta alam “Mapala Cakrawala Manakkara” dari Universitas Muhammadiyah Mamuju.
Mereka mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan transplantasi terumbu karang dan budidaya ikan ramah lingkungan menggunakan keramba jaring apung, sebuah inisiatif yang memperkenalkan praktik konservasi dengan dampak ganda, baik untuk keberlanjutan ekosistem laut maupun peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Di Kabupaten Tuban, BRI menggandeng siswa/i SMKN 1 Tuban untuk melakukan penanaman cemara laut, sebuah upaya penting dalam mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain aksi penanaman, para pelajar juga menerima edukasi langsung mengenai tantangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban, Firdaus Dias, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam kesadaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga bumi. Kolaborasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mencintai dan merawat lingkungan sejak dini.
Hendy menambahkan bahwa kenaikan suhu global akibat perubahan iklim dalam beberapa dekade terakhir menuntut aksi nyata dan tanggung jawab dari setiap perusahaan dalam menjaga kelestarian alam. Program BRI Menanam Grow and Green adalah contoh konkret bagaimana penerapan prinsip ESG tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan.
Berita Terkait
-
BRI Fellowship Journalism 2025: Dorong Kualitas Jurnalisme Nasional Melalui Beasiswa S2
-
Profil Andres Nieto,Pemain Timnas Kamboja yang Dirumorkan Baka Gabung BhayangkaraFC
-
Ada Eks Real Madrid, 3 Bintang Dilepas JDT yang Cocok Direkrut Klub BRI Liga 1 2025/26
-
3 Pelatih asal Belanda di BRI Liga 1 Musim Depan, Dua Pendatang Baru Layak Ditunggu
-
Daftar Lengkap Peserta BRI Liga 1 2025/2026: Musim Baru dengan Wajah Lama dan Pendatang Anyar
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026