Suara.com - Sampoerna Retail Community (SRC), program pemberdayaan UMKM toko kelontong dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), meraih penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) atas kontribusinya dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Penghargaan bertajuk “Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui UMKM dan Digitalisasi Ritel” ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran SRC dalam mendukung pemilik toko mengembangkan usaha yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.
Program SRC berfokus pada pemberdayaan toko kelontong melalui pelatihan, pendampingan, serta peningkatan digitalisasi ritel. Program ini telah membantu lebih dari 250.000 toko kelontong yang tersebar di seluruh Indonesia untuk tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam Talkshow bertajuk “Kesehatan Mental dalam Mendukung Ketangguhan Keluarga” yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/6/2025), Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum, menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional.
"Keluarga merupakan pilar utama pada pembangunan nasional sehingga pada RPJPN 2025–2045 telah dirancang berbagai program untuk mendukung ketahanan keluarga. Masing-masing narasumber hari ini memiliki aksi sendiri dalam meningkatkan ketahanan keluarga," ujarnya, Selasa (24/6/2025).
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Mustikorini menyebut bahwa pasca pandemi, angka perceraian sempat meningkat. Dari empat pernikahan, satu di antaranya berujung perceraian, yang menunjukkan lemahnya ketahanan keluarga.
"Pada saat kami monitoring di daerah, apabila dikorek, diperdalam lagi, itu terkait dengan masalah ekonomi keluarga. Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, kami tidak bisa sendirian," tambahnya.
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK, Linda Restaningrum, menyoroti pentingnya peran komunitas dalam mendukung kesehatan mental keluarga.
"Kami sangat berharap komunitas-komunitas dapat melakukan edukasi (terkait kesehatan mental) untuk bisa mendeteksi dini dari keluarga sehingga penanganannya akan lebih cepat,” jelasnya.
Baca Juga: Dorong Ekspansi Global, Pelindo dan Cah Angon Latih UMKM Tembus Pasar Ekspor
Salah satu bukti nyata keberhasilan SRC ditunjukkan oleh Maryati, pemilik Toko SRC Maryati dari Kabupaten Tangerang, yang menjadi pembicara dalam talkshow tersebut.
Ia memulai usaha sejak tahun 1992 demi membantu perekonomian keluarga sekaligus tetap hadir untuk anggota keluarganya dengan membuka toko.
"Tahun 1992 saya mulai buka toko eceran, saya menyewa kios berukuran 3 x 6 meter. Seiring waktu, saya lalu bergabung dengan SRC pada 2010. Kami ada komunitasnya dan di situ diberikan pendampingan dari SRC," tuturnya.
Maryati mengungkapkan bahwa pelatihan dari SRC mencakup pengelolaan toko, peningkatan omzet, hingga penataan toko agar lebih rapi dan menarik.
Berkat pendampingan tersebut, omzet tokonya meningkat secara konsisten, memungkinkan ketiga anaknya menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Kini, toko SRC miliknya mempekerjakan empat karyawan.
"Sampai saat ini, SRC tetap mendampingi saya. Kami yang (pemilik) toko kelontong ini juga dilatih untuk tidak ketinggalan zaman lewat digitalisasi. Yang saya (sangat) rasakan itu dari aplikasi AYO Toko dan Pojok Bayar," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!