Suara.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) emiten gerai kopi membidik target laba bersih pada tahun 2025 bisa naik 70 persen. Untuk mencapai itu, perseroan akan melakukan aksi ekspansi gerai atau outlet.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar, mengatakan pada tahun ini, perseroan berencana membuka hingga 70 gerai untuk memacu kinerja pendapatan atau laba bersih.
"Kami perkirakan pendapatan akan tumbuh 40-50 persen dan laba bersih kami harapkan meningkat 70 persen pada tahun ini," tegasnya.
Dalam rangka ekspansi pembukaan gerai, perseroan telah menyiapkan belanja modal atau capital expediture (capex) sebesar Rp 220 miliar. Dana tersebut diraih dari kas internal perseroan.
"Dana itu untuk ekspansi gerai khususnya Fore Kopi dan Fore Donat. Dalam pembukaan gerai, kami akan fokuskam ke Tier 1 dan Tier 2, seperti Jabodetak, Bandung, Surabaya dan lainnya. Namun ada juga yang akan kita buka di Tier 3," jelas Direktur FORE, Tjong Pie Chen.
Adapun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), disepakati tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Laba bersih yang didapat perseroan akan dicatatkan sebagai laba ditahan.
"Kita tidak berencana untuk membagikan dividen dari laba yang perseroan peroleh pada tahun 2024. Laga kita tahan guna memperkuat ekuitas yang nantinya bisa kita gunakan untuk ekspansi bisnis perseroan kedepan," jelas Vico.
Vico menambahkan, tengah perlambatan ekonomi, Perseroan melihat industri makanan dan minuman, khususnya produk kopi dan minuman non-alkohol, tetap menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
"Antusiasme pelanggan terhadap inovasi produk kami seperti Butterscotch Sea Salt Latte dan Triple Peach Americano, yang sukses menjadi produk terlaris, menjadi bukti daya tarik pasar yang berkelanjutan," kata Vico.
Baca Juga: Emiten Pengolahan Limbah Industri MHKI Tebar Dividen Rp 2,15 per Saham
Vico mengungkapkan, untuk mencapai target kinerja keuangan untuk Tahun Buku 2025 didasari praktik pembukaan outlet baru yang semakin matang dan sistematis, serta adanya komitmen operational excellence sebagai pilar utama untuk menjaga kualitas dan efsiensi.
"Yang tidak kalah penting, kekuatan brand Fore yang terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen telah memberikan keyakinan kepada kami untuk melangkah lebih jauh di tahun 2025," kata Vico.
Untuk diketahui, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 1,04 Triliun atau naik 115 persen. Sedangkan, laba bersih naik 4.900 persen yang mencapai Rp 58,2 Miliar pada Tahun Buku 2024.
"Kami melihat antusiasme tinggi di setiap pembukaan outlet baru Perseroan. Hingga akhir tahun 2024, jaringan kami telah menjangkau lebih dari 40 kota di Indonesia dan Singapura. Kebutuhan masyarakat akan rekreasi, yang dapat dipenuhi oleh konsumsi produk makanan dan minuman berkualitas tinggi dengan harga terjangkau seperti yang ditawarkan Fore, juga dilihat cukup berperan dalam hal ini," tambahnya.
Sepanjang tahun itu, FORE juga melakukan penambahan jumlah gerai hingga 35 persen, mencapai total 232 gerai.
Hingga 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Fore Coee menjadi Rp 253,12 miliar atau melesat 227 persen (YoY), sedangkan liabilitas tercatat meningkat 48 persen (YoY) menjadi Rp 387,64 miliar. Dengan demikian, hingga akhir 2024 total aset Fore menjadi Rp 640,76 miliar atau bertumbuh 89 persen (YoY).
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
Terkini
-
Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia