Suara.com - Kalangan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) mendesak pemerintah agar menunda kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) selama tiga tahun ke depan, yakni untuk periode 2026–2029.
Mereka menilai kebijakan fiskal yang selama ini diterapkan pemerintah justru memperburuk kondisi industri hasil tembakau (IHT), meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), serta memperluas peredaran rokok ilegal.
Desakan tersebut juga ditujukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru, Letjen TNI (Purn) Djaka Budi Utama, yang diharapkan dapat mempertimbangkan usulan moratorium CHT dalam perumusan kebijakan ke depan.
Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Sudarto AS, menilai bahwa kebijakan kenaikan cukai setiap tahun telah menjadi bumerang bagi industri, dan tidak efektif mencapai tujuan fiskal maupun pengendalian konsumsi.
"Kenaikan cukai tahunan, yang tidak efektif dalam mengendalikan konsumsi serta berdampak pada target penerimaan negara, adalah bukti kebijakan yang merugikan semua pihak. Rokok legal sudah mahal dan tertekan, rokok ilegal terus tumbuh," ujar Sudarto seperti dikutip Senin (30/6/2025).
Sudarto juga menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan moratorium, namun dengan catatan bahwa penundaan tersebut tidak disusul dengan lonjakan tarif yang drastis pada tahun-tahun berikutnya.
"Sudah seharusnya cukai rokok tidak naik, namun jangan seperti tahun-tahun yang lalu, tidak naik tapi berikutnya kenaikannya berlipat ganda atau dirapel," imbuh dia.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan, kebijakan penundaan justru bisa menjaga daya beli masyarakat serta menyelamatkan lapangan kerja di sektor padat karya seperti industri hasil tembakau.
"Industri ini padat karya, menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Banyak dan/atau besarnya daya beli pekerja berperan dalam menjaga perekonomian nasional. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak seperti diatur dalam UUD 1945," imbuh Sudarto.
Baca Juga: Pengamat Imbau Raperda KTR DKI Jakarta untuk Dikaji Ulang
Sebagai langkah jangka panjang, Sudarto juga mendorong pemerintah untuk melakukan deregulasi serta revitalisasi industri guna meringankan beban sektor padat karya.
"Perlu tindakan nyata; keringanan bahkan penghapusan berbagai beban yang terlalu berat yang mengancam kelangsungan industri sebagai sawah ladang sumber mata pencaharian pekerja," lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua FSP RTMM-SPSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Waljid Budi Lestariyanto, juga menyoroti tekanan berlapis yang dialami industri, terutama karena turunnya daya beli masyarakat.
Ia berharap Presiden RI turut mempertimbangkan moratorium CHT demi kelangsungan sektor ini.
"Karena mengingat daya beli masyarakat juga turun, jadi kami justru ingin meminta kepada Presiden untuk menunda kenaikan cukai paling tidak tiga tahun ke depan. Karena kita melihat kondisi ekonomi juga tidak baik-baik saja," jelas Waljid.
Selain itu, Waljid juga menekankan bahwa kebijakan pembatasan yang berlebihan justru mendorong peredaran rokok ilegal yang kian meluas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
-
Pemerintah Nilai Tuduhan Amsal Sitepu Bisa Matikan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
-
Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
-
Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
-
Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!