- Platform kripto Catcrs telah memperbarui arsitektur dompet dan sistem kustodi untuk memperkuat perlindungan aset pengguna secara menyeluruh.
- Pembaruan ini mencakup integrasi sistem keamanan berlapis, pengetatan otorisasi transaksi besar, serta klasifikasi penyimpanan aset berdasarkan profil risikonya.
- Implementasi sistem baru tersebut bertujuan meminimalisir ancaman siber melalui prosedur verifikasi tambahan meski berdampak pada durasi transaksi.
Suara.com - Platform perdagangan aset kripto, Catcrs, mengumumkan penyelesaian pembaruan pada arsitektur dompet (wallet) dan sistem kustodi perusahaan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat proteksi aset pengguna, dengan fokus utama pada penanganan transaksi penarikan dana berskala besar serta layanan kustodi bagi investor institusional.
Pembaruan ini melibatkan penerapan sistem keamanan berlapis, yang meliputi sinkronisasi proses verifikasi, peningkatan kapabilitas pemantauan aktivitas anomali, hingga penerapan strategi pengelolaan hak penyimpanan aset yang lebih ketat.
Chief Operating Officer Catcrs, Farid Hakim, menjelaskan bahwa pembaruan infrastruktur teknologi ini merupakan langkah terencana perusahaan dalam merespons dinamika industri aset digital yang terus berubah.
Menurutnya, aspek keamanan sistem merupakan hal mendasar yang tidak boleh dikompromikan.
“Pengguna mungkin masih bisa menerima fluktuasi harga pasar, tetapi mereka akan sangat sulit menerima kehilangan aset akibat celah sistem atau kesalahan pengelolaan. Karena itu, kami memilih memperkuat setiap titik pengamanan agar risiko tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Farid Hakim dalam keterangan tertulisnya.
Dalam implementasi sistem baru ini, Catcrs melakukan modifikasi menyeluruh pada infrastruktur cadangan (backup) multi-titik, alur otorisasi transaksi, serta integrasi teknologi pendeteksi aktivitas tidak wajar.
Transaksi penarikan dana dalam nominal besar kini diwajibkan melewati jalur peninjauan yang lebih spesifik, sementara akun institusional akan dilengkapi dengan mekanisme konfirmasi tambahan guna menekan potensi risiko operasional.
Klasifikasi Kustodi Berdasarkan Profil Risiko Aset
Baca Juga: Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi
Selain pembaruan teknis, platform ini juga melakukan klasifikasi ulang terhadap strategi penyimpanan aset berdasarkan profil risiko dari masing-masing token kripto.
Untuk jenis aset digital yang dinilai memiliki tingkat volatilitas serta risiko keamanan yang tinggi, Catcrs menerapkan ritme penarikan yang lebih konservatif sebagai bentuk tindakan preventif.
Farid menegaskan bahwa penambahan prosedur ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi celah keamanan sejak dini, meskipun konsekuensinya akan sedikit memengaruhi kecepatan pemrosesan transaksi.
“Kami lebih memilih menambah satu lapis verifikasi dan sedikit memperpanjang proses review dibanding mengambil risiko terhadap keamanan aset pengguna. Bagi kami, keamanan harus selalu berada di depan pertumbuhan bisnis,” tambahnya.
Berdasarkan evaluasi internal yang dilakukan melalui simulasi kondisi ekstrem, manajemen menilai pendekatan preventif ini efektif untuk menghadapi ancaman kejahatan siber yang kian kompleks.
Bagi para pengguna platform, pembaruan arsitektur ini akan memberikan perubahan langsung berupa adanya langkah konfirmasi ekstra ketika melakukan penarikan dana dalam jumlah besar.
Berita Terkait
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Bukan Sekadar Regulasi, Ini Alasan Aparat Penegak Hukum Wajib Paham Blockchain
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
-
Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
-
Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam
-
Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%
-
Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa
-
Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller
-
Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik
-
Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon
-
Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita