Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kembali melonjak pada pembukaan perdagangan, Selasa, 1 Juli 2025. IHSG dibuka menguat ke level 6.954.
Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG masih betah menghijau dengan level 6.960 atau naik 32,63 poin, secara presentase naik 0,47 persen.
Pada perdagangan pada di waktu itu, sebanyak 1,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,19 triliun, serta frekuensi sebanyak 90,587 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 250 saham bergerak naik, sedangkan 126 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, KRYA, NINE, SPRE, MAPI, HOKI, KPIG, ARCI, MBMA, HRTA, NOBU, FUTR, NICL.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, BTPN, NIRO, DLTA, JAYA, SAFE, BBSS, BIRD, BULL, VAST, LSIP, SILO, YUPI, TBIG, APEX, JAWA.
Sebelumnya, Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, melihat secara teknikal pergerakan IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ia menetapkan area resistance IHSG di 7.000, pivot di 6.950, dan support di 6.800.
"Pergerakan IHSG dari lower band menuju ke middle band mengindikasikan ada potensi recovery dari tekanan jual sebelumnya. Stochastic RSI terjadi pembalikan arah ke atas dari area oversold. MACD masih menunjukkan tren menurun, namun histogram mulai mengecil dan garis MACD mendekati garis sinyal mendekati potensi golden cross. Sehingga IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 6950-7000," ujar Ratna dalam riset hariannya, Selasa (1/7/2025).
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 6.927 atau naik 0,43 persen pada perdagangan Senin (30/6). Sejumlah faktor turut mendorong penguatan ini, mulai dari sentimen global, aksi window dressing kuartal II, hingga rilis deregulasi dari pemerintah.
Baca Juga: IHSG Bisa Kembali Melonjak Hingga Uji Level 7.000
Ratna menjelaskan, penguatan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan indeks bursa global, sentimen window dressing akhir kuartal II, berita positif dari saham-saham individual, meredanya ketegangan geopolitik, serta harapan pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral.
"Pemerintah mengumumkan paket deregulasi tahap I, yang meliputi relaksasi aturan impor dan kemudahan berusaha di bidang perdagangan. Salah satu tujuan deregulasi ini untuk memperbaiki peringkat kemudahan usaha di Indonesia," kata dia,
Dari sisi data ekonomi, pasar menanti rilis data neraca perdagangan bulan Mei 2025 yang diproyeksikan surplus sebesar USD 2,53 miliar, meningkat signifikan dari surplus April 2025 sebesar USD 0,15 miliar.
Selain itu, inflasi Juni 2025 diperkirakan naik menjadi 1,83 persen YoY dari sebelumnya 1,6 persen YoY, dengan inflasi inti diperkirakan meningkat ke 2,44 persen YoY dari 2,4 persen YoY pada bulan Mei.
Dari sisi global, sentimen positif juga datang dari Wall Street yang ditutup menguat pada hari yang sama. Kabar pembatalan rencana pajak layanan digital oleh Kanada terhadap perusahaan teknologi AS turut meredakan ketegangan dagang, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam membatalkan seluruh negosiasi dengan Kanada.
Investor juga memantau dinamika politik anggaran di AS. Senat Amerika Serikat menyetujui prosedur awal untuk membuka pembahasan RUU anggaran pemerintahan Trump, yang mencakup pemotongan pajak dan reformasi pengeluaran.
RUU versi Senat tersebut diperkirakan akan menambah defisit federal sekitar USD 3,3 triliun selama satu dekade ke depan.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun lebih dari 4 basis poin ke level 4,238 persen. Sementara itu, harga emas naik 0,6 persen ke USD 3.293 per troy ounce didorong oleh pelemahan dolar AS.
Harga minyak mentah justru melemah akibat berkurangnya ketegangan geopolitik serta prospek kenaikan produksi OPEC+ pada Agustus 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998