Suara.com - Starbucks kembali menerapkan kerja di kantor. Sebelumnya, perusahaan yang terkenal dengan kopinya, memilih bekerja dari rumah untuk karyawannya.
CEO Starbucks, Brian Niccol, mengatakan bahwa akan mewajibkan banyak karyawannya untuk bekerja di luar kantor minimal empat hari seminggu, dari yang berlaku saat ini tiga hari.
Hal ini sebagai bagian dari kebijakan baru yang diperkirakan akan berlaku akhir tahun ini.
"Kebijakan tersebut akan mencakup hari kerja umum dari Senin hingga Kamis, yang berlaku untuk pusat dukungan di Seattle dan Toronto serta petugas regional di Amerika Utara," kata Niccol dalam sebuah pesan kepada para mitra di situs web perusahaan dilansir CNN International, Selasa (15/7/2025).
Niccol, yang akan menyelesaikan satu tahun masa jabatannya dalam waktu kurang dari dua bulan, telah mengarahkan Starbucks kembali ke akar kedai kopinya.
Salah satunya, berfokus pada peningkatan pengalaman di dalam toko dan mengurangi ketergantungan pada pesanan seluler dan pesan antar.
"Berada secara langsung juga membantu kami membangun dan memperkuat budaya kami. Seiring kami berupaya membalikkan keadaan bisnis, semua hal ini menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata Niccol.
Kebijakan kerja kantor empat hari diperkirakan akan berlaku mulai 29 September.
"Kami ingin para pemimpin dan manajer SDM hadir secara fisik bersama tim mereka," tambahnya.
Baca Juga: Coki Pardede dan Indah G Tuai Kecaman usai Tertawakan Aksi Boikot Produk Pro Israel
Sebelumnya, bulan Februari, operator kedai kopi ini meminta pimpinan setingkat wakil presiden yang bekerja jarak jauh untuk mulai pindah ke Seattle atau Toronto.
Kini, persyaratan ini diperluas ke semua pimpinan pusat dukungan, yang diperkirakan akan pindah dalam 12 bulan.
Starbucks telah mempercepat penerapan model kepegawaian dan layanan baru di seluruh gerai milik perusahaan di Amerika Utara untuk memulihkan pertumbuhan penjualan setelah berjuang menghadapi inflasi yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi.
Sebelumnya, Starbucks (SBUX.O), membuka tab baru menghadapi tantangan dalam menghidupkan kembali bisnisnya, CEO Brian Niccol mengatakan pada hari Selasa, setelah raksasa kopi itu membukukan penjualan dan laba global yang mengecewakan karena inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang menaikkan biaya dan melemahkan permintaan AS.
Para investor telah memasang taruhan mereka pada strategi pemulihan merek Niccol, yang penjualannya telah turun selama empat kuartal berturut-turut, dengan mengurangi waktu produksi dan layanan serta berinvestasi di toko untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
"Hasil keuangan kami belum mencerminkan kemajuan kami, tetapi kami memiliki momentum nyata dengan rencana 'Kembali ke Starbucks' kami," kata Niccol dalam sebuah pernyataan.
Berita Terkait
-
Coki Pardede dan Indah G Tuai Kecaman usai Tertawakan Aksi Boikot Produk Pro Israel
-
Putri Ketum PAN Zulhas Kecewa Banyak Kopi Starbuck di Tanah Suci: Saya Kesal dalam Hati
-
Gibran Rakabuming Dirujak Warganet Gara-Gara Terciduk Kosumsi Produk Pro Israel
-
Daftar Harga Tumbler Starbucks x BLACKPINK, Gemas Overload Mulai dari Rp400 Ribuan
-
3 Tips Berpacaran dengan Rekan Kerja di Kantor
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Apakah Cushion OMG Cocok untuk Kulit Berjerawat? Kenali Klaimnya sebelum Membeli
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Pemimpin yang Tak Bekerja
-
Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem
-
Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Cegah Kesewenang-wenangan, DPR Jaga Keseimbangan Hak Negara dan Individu di RUU Perampasan Aset
-
Chery J6T CSH Sudah Bisa Dipesan, Siap Tempuh Jakarta - Banyuwagi Dalam Sekali Pengisian
-
Sukses Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Raih Apresiasi Pemerintah atas Penyaluran KUR Perumahan