Suara.com - PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) akan membagikan dividen interim sebesar Rp40,93 miliar kepada para pemegang saham, mencerminkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2025. Jumlah ini setara dengan Rp2,5 per lembar saham, menunjukkan peningkatan dari dividen interim tahun lalu yang sebesar Rp2 per lembar saham atau setara Rp32,8 miliar.
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia, menegaskan komitmen perusahaan untuk secara konsisten membagikan dividen interim dalam tiga tahun terakhir. "Per hari ini, kami adakan rapat, dewan direksi usulkan ke Dewan Komisaris dan telah mendapatkan persetujuan bahwa untuk tahun buku 2025, kami bagikan dividen interim lagi, sebesar Rp2,5 per lembar saham atau Rp40,93 miliar atas kinerja semester I 2025," ujar Bani dalam Laporan Kinerja Kuartal II 2025 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Pembayaran dividen interim ini dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Agustus 2025. "Dividen interim ini dijadwalkan akan disampaikan atau dibayarkan sepertinya di akhir bulan depan ya di akhir bulan Agustus," tambah Bani.
Pembagian dividen yang meningkat ini didorong oleh performa keuangan Samudera Indonesia yang kuat sepanjang enam bulan pertama tahun 2025. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar 29,3 juta dolar AS, meningkat signifikan 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22,5 juta dolar AS.
Selain itu, laba usaha perusahaan tercatat sebesar 48,9 juta dolar AS, dengan laba per saham mencapai Rp29,2. Pendapatan perusahaan selama Januari-Juni 2025 mencapai 379,1 juta dolar AS, tumbuh 17 persen dari semester I 2024 yang sebesar 323,9 juta dolar AS.
Pertumbuhan kinerja juga tercermin dari capaian EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang naik 27 persen menjadi 96,3 juta dolar AS, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,8 juta dolar AS.
Kinerja yang impresif ini menunjukkan kemampuan Samudera Indonesia untuk menjaga profitabilitas dan pertumbuhan bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi. Pembagian dividen interim yang lebih besar ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan menegaskan posisi SMDR sebagai perusahaan yang stabil dan menguntungkan.
Berita Terkait
-
IHSG Dibuka Menguat Tapi Langsung Anjlok, Cek Saham-Saham Pilihan
-
IHSG Diprediksi Mampu Bertahan Meski Tertekan Aksi Jual Asing
-
Kinerja BBRI Q2 2025: Laba, Kredit Tumbuh Moderat dan Laporan LDR
-
Ada Apa dengan CDIA, Kok Harga Saham Bisa Ambrol 9 Persen
-
Literasi Keuangan Digenjot, Remaja Rentan Jadi Korban Investasi Saham Abal-abal
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?