Suara.com - Di tengah dunia yang serba cepat AI, 5G dan IoT di mana-mana, kebutuhan akan pusat data juga semakin dibutuhkan. Namun, bagaimana jika pusat data dapat di bawa kemana saja, tanpa hambatan, hemat energi dan tanpa batas, bahkan dari wilayah pegunungan terpencil sekalipun hingga ke pusat kota yang ramai?
PT Graha Sumber Prima Elektronik (GSPE) meluncurkan trio inovasi revolusioner yaitu Containerized Mini Data Centers, Hot & Cold Containment Systems, dan Micro & Edge Data Centers.
Erwin Liga, selaku Product Manager PT Graha Sumber Prima Elektronik mengatakan, “Trio inovasi revolusioner yang kami luncurkan bukanlah sekadar produk baru, melainkan game-changer untuk transformasi digital Indonesia. Sudah saatnya meninggalkan data center tradisional dan beralih dengan solusi modular, terukur, yang dirancang untuk keberlanjutan, dan mendukung net-zero goals.Jugasangat relevan di tengah tren edge computing yang mengurangi jeda waktu untuk aplikasi tepat waktu seperti smart cities dan industri 4.0.”
"Di balik setiap inovasi yang dihadirkan, GSPE selalu memegang satu prinsip yakni teknologi harus mempermudah hidup manusia. Kami tidak hanya menjual produk, namun kami juga membangun masa depan di mana teknologi memberdayakan setiap orang, di mana saja. Di tengah tren global seperti AI reshaping data centers dan sustainability drives, inovasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk Indonesia yang lebih hijau dan terhubung." ujar Erwin Liga melanjutkan.
Containerized Mini Data Centers "Enterprise power in a box — Containerized Mini Data Centers deliver high performance anywhere, anytime."
Merupakan mini data center lengkap dalam satu kontainer yang dilengkapi dengan hot aisle containment, rack server, distribusi daya LV hingga 3.5 MW IT load, sistem pendingin cerdas, fire suppression system, access security, dan backup power.
Containerized Mini Data Centers sangat ideal sebagai pengganti infrastruktur bangunan atau lokasi darurat dengan masa implementasi dalam hitungan hari, yang ditujukan bagi sektor energi, telekomunikasi, dan bencana alam dalam rangka mendukung AI-driven operations dengan efisiensi maksimal.
Hot & Cold Containment Systems: “Intelligent thermal containment, designed to cool only what matters” Di desain sangat inovatif dengan memisahkan antara udara panas dan dingin, mengoptimalkan aliran udara, dan mengurangi konsumsi daya secara drastis. Mengintegrasikan IoT agar pengawasan menjadi tepat waktumelalui aplikasi, sehingga menghasilkan penghematan biaya operasional dan mendukung pusat data ramah lingkungan. GSPE juga sudah siap dengan tren 2025 yaitu liquid cooling.
Micro & Edge Data Centers: “Smaller than a car. Smarter than a room full of servers. Our Edge platform brings Tier-3-grade IT to the most remote operations.” Solusi compact namun tangguh dengan membawa processing data dekat dengan pengguna tanpa jeda waktu.Didukung dengan IoT, 5G/4G/3G, dan AI yang ditujukan bagi sektor manufaktur, pertambangan, atau remote areas. Di desain modular yang memungkinkan skalabilitas menjadi mudah serta menjadikan transformasi digital di pelosok negeri.
Dengan pengalaman 29 tahun dalam bidang power supply dan telekomunikasi, GSPE menjawab tantangan utama yaitu kebutuhan data processing yang cepat, mobile, dan ramah lingkungan. GSPE juga memahami bahwa dunia terus bergerak makin cepat. Kebutuhan akan energi yang praktis, cepat, dan andal kini bukan lagi sekadar wacana untuk masa depan, namun sudah menjadi kebutuhan nyata di hari ini.
Baca Juga: Ledakan AI Ancam Data Center : Inovasi Hemat Energi Jadi Kunci Bertahan
Sejak berdiri tahun 1996, GSPE telah menjadi bagian penting dalam perjalanan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Dengan lebih dari 50.000 instalasi yang tersebar di seluruh Indonesia dari komponen sederhana hingga solusi terintegrasi, GSPE terus berinovasi dan berkembang, dari penyedia komponen hingga menjadi pencipta solusi teknologi yang relevan dan adaptif.
Pada tanggal 6-7 Agustus 2025 yang akan datang, GSPE hadir di DTI-CX 2025 (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) di Jakarta Convention Center (JCC Senayan).
Acara ini merupakan platform utama bagi para pemimpin industri, regulator, dan inovator teknologi untuk mendorong transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia.
GSPE hadir di Area Assembly Hall booth no 3 menghadirkan produk-produk unggulan seperti Containment Systems dan Panel Power MCC (Motor Control Center).
Eksibisi ini juga menekankan kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk mempercepat digitalisasi nasional. Kunjungi dan Saksikan langsung inovasi terbaru GSPE.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto