Tak hanya dari dalam negeri, lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen. IMF, dalam laporan World Economic Outlook Update edisi Juli 2025, meramalkan 4,8 persen, sedangkan Bank Dunia melalui Global Economic Prospects edisi Juni 2025 memberikan estimasi lebih konservatif di angka 4,7 persen.
"Bagi kami sangat mengejutkan. Pertumbuhan ini justru terasa kontras dengan berbagai indikator makro lain yang menunjukkan sinyal perlambatan," demikian peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Muhammad Anwar, berkomentar ihwal maklumat BPS tersebut.
Selain proyeksi tahunan, beberapa lembaga ekonomi dan para ekonom juga telah memberikan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2025. Indef dan beberapa lembaga kajian lainnya memprediksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,8-4,95 persen. Sementara itu, konsensus dari 30 ekonom menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah, yaitu di 4,79-4,8 persen.
"Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 penuh kejanggalan dan tanda tanya publik. Saya tidak percaya dengan data yang disampaikan mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya," kata Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda.
Polemik ini pun membuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pasang badan dengan membela data tersebut dan menepis keras tudingan adanya 'permainan data' oleh BPS.
"Kan sudah diumumin dan tadi sudah dijelaskan," kata Airlangga.
Ketika didesak lebih jauh, Airlangga Hartarto dengan yakin mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi yang fantastis itu sesuai dengan kondisi riil di lapangan. "Mana ada!" jawabnya singkat.
Meskipun menuai keraguan, pemerintah tetap berpegang teguh pada data yang dirilis oleh BPS. Airlangga Hartarto menegaskan bahwa angka-angka tersebut adalah hasil dari metodologi yang terukur dan valid.
Baca Juga: Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Daftar 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Hari Ini
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan