Suara.com - Sebuah angin segar berembus kencang bagi investor properti, khususnya pemegang saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Analis dari PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Kharel Devin Fielin, memprediksi kinerja PANI akan melonjak drastis berkat pembukaan simpang Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg–Balaraja (Kataraja) yang akan segera beroperasi.
Tol ini bukan sekadar jalan, melainkan gerbang utama yang akan mengalirkan jutaan pengunjung ke kawasan PIK 2.
Dalam risetnya yang dirilis Rabu (6/8/2025), Kharel menilai kehadiran Tol Kataraja akan menjadi katalis positif yang mendorong arus pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, serta memacu aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
“Sebagai gerbang menuju kawasan PIK 2, pengembangan proyek konektivitas tersebut diharapkan berdampak positif terhadap prospek prapenjualan (pre-sales) dan kinerja keuangan PANI,” jelas Kharel.
Kharel Devin Fielin memproyeksikan prapenjualan PANI akan mengalami lonjakan signifikan. Jika pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun, angkanya akan meroket menjadi Rp10,8 triliun pada 2027. Lompatan ini tak lain berkat dukungan kuat dari beroperasinya Tol Kataraja Fase 1.
Selain infrastruktur, Kharel juga menyoroti dukungan dari fasilitas komersial di PIK 2, seperti pusat hiburan, tempat ibadah, serta gedung perkantoran bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, dan BNI. Ini akan menjadi penopang tambahan yang memicu permintaan properti di kawasan tersebut.
Meskipun sempat memangkas proyeksi prapenjualan PANI di tahun 2025 dari Rp7,5 triliun menjadi Rp5,3 triliun karena tekanan makroekonomi dan tingginya suku bunga, Kharel tetap optimistis. Ia memprediksi suku bunga BI akan turun dari level saat ini 5,5 persen menuju 5,0 persen pada akhir 2025 dan bahkan 4,5 persen pada akhir 2026.
Penurunan suku bunga ini, ditambah dengan prospek membaiknya hubungan dagang AS-RI pasca kesepakatan tarif Trump, akan menjadi dorongan kuat bagi momentum perbaikan ekonomi dan permintaan sektor properti.
Dengan segala pertimbangan tersebut, Kharel Devin Fielin mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PANI. Tak main-main, ia memasang target harga sebesar Rp25.075 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan luar biasa sebesar 59 persen dari harga saham PANI saat ini di level Rp16.150 per saham.
Baca Juga: Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook, Kejagung Periksa Fiona Handayani Eks Staf Khusus Nadiem
Meskipun laba bersih PANI di tahun 2025 diperkirakan turun menjadi Rp755 miliar karena beberapa faktor seperti keterlambatan serah terima unit dan pajak satu kali, Kharel meyakini PANI akan bangkit. Ia memprediksi laba bersih 2026 akan naik menjadi Rp1,6 triliun dan mencapai Rp2 triliun pada 2027.
“Revisi naik ini mencerminkan normalisasi proses serah terima setelah terjadinya keterlambatan pada 2025 dan margin yang lebih kuat didukung oleh kenaikan nilai lahan di kawasan PIK 2,” pungkas Kharel.
Disclaimer: artikel ini tidak mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham-saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional