Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan tiga saham dan satu saham dibuka kembali (unsuspensi) mulai sesi I, Selasa (26/8/2025).
Tiga saham yang disuspensi tersebut diantaranya PT Indokripto Koin Semesta (COIN), PT Remala Abadi Tbk (DATA), dan PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE).
Terutama untuk COIN, keputusan ini adalah respons atas lonjakan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham perusahaan yang baru saja terdaftar di bursa pada 9 Juli 2025 tersebut.
Dalam pengumumannya, BEI menyatakan bahwa suspensi ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
"Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham COIN pada perdagangan tanggal 26 Agustus 2025," demikian bunyi pengumuman bursa.
Tujuan dari langkah cooling down ini adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi para pelaku pasar untuk meninjau kembali dan mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan investasi yang akan mereka ambil terkait saham COIN, berdasarkan informasi yang tersedia.
Berdasarkan data BEI, harga saham COIN menunjukkan pergerakan yang luar biasa. Pada penutupan perdagangan Senin, 25 Agustus 2025, saham ini melesat 24,61% atau naik 470 poin ke level Rp2.380 per lembar.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham COIN telah meroket 197,50%. Bahkan, sejak penawaran umum perdana (IPO) dengan harga Rp100 pada awal Juli, sahamnya telah melonjak hingga 2.280%.
Pada penutupan sesi I hari ini, Selasa, 26 Agustus 2025, harga saham COIN berada di angka Rp2.380.
Baca Juga: Danantara Diisukan Bakal Akuisisi, Saham BCA Jeblok
Ini bukan kali pertama saham COIN disuspensi oleh BEI. Sebelumnya, pada 17 Juli 2025, saham ini juga pernah mengalami penghentian sementara karena lonjakan harga yang signifikan.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menjelaskan bahwa suspensi tersebut juga dilakukan sebagai upaya perlindungan investor.
Di tengah fluktuasi harga yang memicu suspensi, PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) justru menunjukkan kinerja keuangan yang positif pada semester pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, COIN berhasil membalikkan kondisi merugi menjadi laba bersih.
Pendapatan perusahaan tercatat melonjak tajam menjadi Rp113,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp600 juta.
Namun, seiring dengan peningkatan pendapatan, beban umum dan administrasi juga melesat menjadi Rp90,57 miliar dari Rp2,58 miliar.
Meskipun demikian, pada akhir semester I 2025, COIN berhasil membukukan laba bersih senilai Rp25,51 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian bersih Rp1,99 miliar pada semester I 2024. EBITDA perusahaan juga mencapai Rp56,9 miliar.
Berita Terkait
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Selasa Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
IHSG Ditutup Melesat ke Level 7.926, Saham COIN ARA
-
IHSG Melesat ke 7.933 Pagi Ini, Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi Pendorong Utama
-
IHSG Perkasa di Awal Sesi Hari Ini, Saham COIN Melesat
-
Manchester United Resmi Terbuka Dijual, Glazer Bisa Paksa Ratcliffe Lepas Saham ke Investor Baru
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Rupiah Masih Masuk Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Level Rp16.874
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
-
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
-
Harga Saham RMKE Ditarget 10.000, Ini Profil Pemiliknya
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha