Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun hingga akhir semester I-2025, tumbuh 13,6 persen year-on-year (yoy) dari Rp 1,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan capaian ini sejalan dengan strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten, meski industri perbankan tengah menghadapi persaingan ketat dan tantangan makroekonomi.
"Di tengah berbagai tantangan makroekonomi dan persaingan yang ketat di industri perbankan, BTN berhasil mencatatkan profitabilitas yang membaik berkat strategi yang dijalankan secara konsisten dan terus melaksanakan fungsi intermediasinya untuk menggerakkan perekonomian rakyat, terutama dari sektor perumahan," ujar Nixon di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Laba bersih BTN ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga kredit sebesar 23,5 persen yoy menjadi Rp18,50 triliun, jauh melampaui pertumbuhan biaya bunga yang hanya 2,3 persen yoy. Alhasil, pendapatan bunga bersih meningkat 55,1 persen yoy menjadi Rp9,34 triliun.
Strategi yang diterapkan juga membuat net interest margin (NIM) BTN naik 139 basis poin ke level 4,4 persen, dari sebelumnya 3 persen. Sementara itu, Cost-to-Income Ratio (CIR) membaik ke level 43,8 persen dari 58,8 persen, menandakan proses bisnis semakin efisien.
Di sisi penghimpunan dana, BTN membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp406,38 triliun atau tumbuh 11,2 persen yoy, melampaui pertumbuhan industri perbankan yang hanya 6,6 persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh dana murah (CASA) dari segmen ritel dan institusi, termasuk lewat aplikasi digital Bale by BTN.
Jumlah pengguna Bale by BTN melonjak 68,8 persen yoy menjadi 2,7 juta user, dengan 931,5 juta transaksi senilai Rp43,1 triliun selama semester I-2025.
"Lonjakan pengguna Bale by BTN merefleksikan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap super app yang kami desain untuk melayani ekosistem perumahan dan gaya hidup masa kini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan user experience dan fitur yang lebih beragam agar semakin mampu menjawab kebutuhan nasabah," kata Nixon.
BTN tetap konsisten menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian. Hingga Juni 2025, total kredit dan pembiayaan mencapai Rp376,11 triliun, naik 6,8 persen yoy. Kredit perumahan tumbuh 6,2 persen yoy menjadi Rp317,77 triliun, terdiri dari KPR subsidi yang naik 6,5 persen menjadi Rp182,17 triliun dan KPR non-subsidi yang tumbuh 8,8 persen menjadi Rp110,72 triliun.
Baca Juga: Meroket 27 Persen, IIF Catatkan Laba Bersih Rp 255,1 Miliar di Semester I-2025
"BTN berkomitmen untuk terus mendukung program pembangunan perumahan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan rumah, termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami juga proaktif berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dalam negeri maupun luar negeri," imbuhnya.
Seiring pertumbuhan kredit dan DPK, total aset BTN naik 6,4 persen yoy menjadi Rp484,96 triliun. Sementara itu, BTN Syariah terus mencatatkan kinerja positif menjelang spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS) dengan nama Bank Syariah Nasional (BSN).
Per akhir Juni 2025, aset BTN Syariah tumbuh 18 persen yoy menjadi Rp65,56 triliun. Pembiayaan naik 17 persen yoy menjadi Rp48,46 triliun, sedangkan DPK melesat 19,8 persen yoy ke Rp55,23 triliun. Laba bersih BTN Syariah juga naik 8,3 persen yoy menjadi Rp401 miliar.
"BTN Syariah telah memasuki era baru seiring dengan proses akhir spin-off yang ditandai dengan perubahan nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Aksi korporasi ini menjadi milestone bagi industri perbankan syariah Indonesia dan dapat terwujud berkat dukungan pemegang saham, regulator, dan masyarakat luas," pungkas Nixon.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123