- Sky akan memangkas 600 pekerjaan untuk fokus pada streaming dan digital.
- Pemangkasan tersebut bukan karena penghematan biaya, melainkan perubahan prioritas perusahaan.
- Sky beralih dari televisi kabel tradisional menuju produk digital seperti Sky Stream.
Suara.com - Perusahaan Sky yang bergerak di industri televisi kabel berencana mengurangi karyawannya. Perusahaan akan memangkas 600 pekerjaan di Inggris karena ingin fokus pada layanan streamingnya.
Seperti dikutip dari BBC, Kamis, 18 September 2025, industri media ini telah meluncurkan inovasi baru mengenai rencana bisnis yang akan memengaruhi 900 posisi akan dirampingkan.
Namun, mereka memperkirakan 600 posisi akan dihapus dan karyawan di divisi tersebut diberhentikan.
Sekitar dua pertiga pekerjaan yang akan dihapus diperkirakan berada di lokasi di Leeds, London, dan Livingston, West Lothian. Sky, yang mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di Inggris, diperkirakan ingin memfokuskan kembali upaya mereka untuk meningkatkan layanan digital TV dan menciptakan platform baru.
Sejak 2023, Sky telah memangkas hampir 3.000 posisi, termasuk teknisi yang memasang antena parabola. Awal tahun ini, Sky mengumumkan penutupan tiga pusat panggilan, yang memangkas 2.000 pekerjaan.
Menurut perusahaan penyiaran tersebut, pemangkasan tersebut bukan bagian dari upaya penghematan biaya dan juga bukan berdasarkan kinerja individu.
Juru bicara perusahaan penyiaran tersebut mengatakan dalam beberapa tahun terakhir mereka telah meluncurkan serangkaian produk termasuk Sky Glass, Sky Stream, dan layanan broadband serat optik penuh.
"Melihat ke depan, kami mengubah pendekatan kami untuk menghadirkan pengalaman generasi berikutnya kepada pelanggan dengan berinvestasi pada layanan digital pertama, konten yang tak tertandingi, dan kinerja yang lebih baik dari produk kami, yang didukung oleh inovasi global terbaik," kata manajemen.
Sementara itu, Kepala Riset di Ampere Analysis Matt Trickett mengatakan perubahan ini akan memengaruhi kurang dari 5% dari keseluruhan tenaga kerja dengan mempertimbangkan penempatan ulang.
Baca Juga: Sepi Peminat, Ford Pangkas 1.000 Karyawan di Divisi Mobil Listrik
"Pemangkasan ini ditujukan untuk tumpang tindih fungsi internal dan mengubah prioritas, karena perusahaan berfokus pada produk Sky Glass dan Sky Stream TV-nya," imbuh Trickett.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram
-
Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar
-
Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan
-
Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar
-
Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI
-
IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI
-
Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital
-
7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya
-
IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya