- Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat jelang akhir pekan.
- Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di Asia yang juga terkoreksi.
- Di pasar global, pergerakan dolar AS relatif stabil setelah sempat anjlok.
Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (19/9/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.561 per dolar AS, turun 34 poin atau 0,21% dari penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di Asia yang juga terkoreksi. Mata uang seperti won Korea Selatan, peso Filipina, rupee India, yuan Tiongkok, dan ringgit Malaysia turut melemah menghadapi penguatan dolar AS. Hanya dolar Hong Kong dan baht Thailand yang berhasil menguat tipis.
Di pasar global, pergerakan dolar AS relatif stabil setelah sempat anjlok. Indeks dolar tercatat naik 0,1%, memulihkan diri dari level terendah dalam tiga setengah tahun terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Namun, The Fed memberi sinyal hati-hati dan tidak akan terburu-buru untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Sementara itu, dolar AS menguat tipis 0,1% terhadap yen Jepang. Hal ini dipengaruhi oleh data inflasi inti Jepang yang menunjukkan kenaikan paling lambat dalam sembilan bulan terakhir. Kondisi ini membuat Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,5% pada keputusan kebijakan hari ini.
Selain itu, pelaku pasar juga terus mencermati dampak kebijakan tarif yang mungkin diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap barang impor, yang akan memengaruhi prospek jangka panjang dolar AS sebagai mata uang cadangan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik
-
Wings Group Makin Agresif Buka Cabang Baru FamilyMart