- Beredar rumor kuat di pasar modal Indonesia bahwa Vanguard Group melirik saham DADA.
- Jika rumor ini terwujud, saham DADA diproyeksikan akan menuju harga fantastis.
- Vanguard Group dikenal sangat disiplin dalam berinvestasi, dan pola yang mereka cari kini terlihat di DADA.
Suara.com - Saham emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mendadak menjadi sorotan global. Beredar rumor kuat di pasar modal Indonesia bahwa Vanguard Group, pengelola dana terbesar di dunia dengan portofolio setara 50 kali APBN RI, mulai melirik saham DADA sebagai target investasi jangka panjang.
Jika rumor ini terwujud, saham DADA diproyeksikan akan menuju harga fantastis.
Vanguard Group dikenal sangat disiplin dalam berinvestasi, dan pola yang mereka cari kini terlihat di DADA.
Isu yang berkembang menyebutkan bahwa pengendali saham DADA telah sepakat menurunkan porsi kepemilikan mereka untuk membuka free float (saham publik) yang lebih besar.
Skema ini adalah jurus klasik yang disukai Vanguard dengan emastikan saham banyak beredar di publik dan institusi, selain itu tansaksi harian yang super ramai, membuat Vanguard bisa membeli atau menjual saham dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga secara ekstrem.
Vanguard melihat DADA sebagai tiket masuk ke aset properti premium di Segitiga Emas Jakarta (CBD Sudirman–Thamrin) yang dinilai masih undervalue dibandingkan kota-kota besar di Asia lainnya. Selain itu, momentum saat ini sangat didukung oleh insentif pajak dan gelontoran dana pemerintah untuk sektor riil.
Analis Pasar Modal, Rendy Yefta, menegaskan bahwa saham DADA bukanlah untuk para trader jangka pendek.
"Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, hal ini menjadi pintu masuk untuk mendapatkan saham bagger (naik berkali-kali lipat)," kata Rendy, Jumat (3/10/2025).
Ia mengingatkan, koreksi harian, bahkan suspensi oleh regulator, hampir pasti terjadi akibat kenaikan harga yang signifikan.
Baca Juga: OJK Pastikan Investasi Saham Bukan Masuk Judi, Ini Faktanya
Strategi terbaik bagi pemegang saham DADA adalah hold (pegang erat). Momentum penting lain adalah pembagian dividen pada 10 Oktober 2025, yang setelahnya diharapkan saham DADA akan kembali normal dari pengawasan khusus (Full Call Auction/FCA).
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998